Uncategorized
Anggaran Bantuan Air Bersih Diperkirakan Hanya Bertahan Sampai September
Wonosari, (pidjar.com)- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memperkirakan, persediaan bantuan air bersih yang telah dianggarkan pada 2026 ini hanya mampu mencukupi kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan hingga pertengahan September mendatang.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp346 juta untuk distribusi air bersih. Nilai tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp300 juta.
“Anggaran tahun ini mengalami peningkatan ketimbang tahun lalu yang senilai Rp300 juta,” kata Purwono, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, anggaran tersebut setara dengan penyediaan sekitar 800 tangki air bersih untuk didistribusikan ke wilayah yang mengalami krisis air bersih selama musim kemarau.
Namun, stok itu mulai berkurang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat. Hingga saat ini, BPBD telah menyalurkan 184 tangki air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.
“Sampai hari ini, dari 800 tangki itu yang sudah tersalurkan ada 184 tangki air bersih,” ujarnya.
Adapun wilayah yang telah menerima bantuan air bersih meliputi Kapanewon Rongkop, Tepus, Wonosari, Panggang, dan Saptosari.
“Dari 800 tadi sudah berkurang 184 tangki sebagai persediaan beberapa bulan ke depan,” katanya.
Purwono memperkirakan sisa anggaran distribusi air bersih hanya mampu menopang kebutuhan masyarakat hingga sekitar pertengahan September apabila kondisi kemarau berlangsung sesuai perkiraan.
“Perkiraan (anggaran dropping air bersih) sampai pertengahan September,” ucapnya.
Karena itu, BPBD telah menyiapkan langkah antisipasi apabila kebutuhan air bersih terus meningkat. Sebelum anggaran yang tersedia habis, pihaknya akan mengusulkan tambahan pembiayaan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) agar distribusi air bersih tetap berjalan.
“Jadi sebelum anggarannya habis akan kita siapkan usulan BTT untuk dropping air bersih,” katanya.
BPBD juga mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih untuk mengajukan permohonan bantuan melalui pemerintah kalurahan. Surat permohonan harus memuat lokasi terdampak, jumlah kepala keluarga dan jiwa yang membutuhkan, serta diketahui panewu setempat.
Setelah permohonan diterima, BPBD akan melakukan asesmen lapangan guna memastikan tingkat kebutuhan di lokasi. Apabila hasil asesmen dinyatakan valid, distribusi air bersih akan segera dilakukan.
-
Uncategorized4 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya4 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized4 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial5 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized4 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized4 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
