Connect with us

Uncategorized

MBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)— Harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kabupaten Gunungkidul mengalami penurunan dalam kurun waktu beberapa waktu ini. Penurunan tersebut disinyalir karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berhenti sementara waktu selama masa libur panjang sekolah.

Salah seorang pedagang di Pasar Argosari, Imah, mengatakan, harga beberapa komoditas mengalami penurunan sejak beberapa hari terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut mulai terasa sejak Program MBG berhenti sementara selama masa libur sekolah.

Imah sendiri merupakan penjual ayam di Pasar Argosari. Diungkapkannya, sejak MBG berhenti beroperasi beberapa hari terakhir, harga ayam dari pemasok turun drastis. Sehingga harga ayam potong di pasaran pun juga ikut turun.

“Harga ayam sekarang sekitar Rp32.000 per kilogram, biasanya Rp36.000. Karena MBG ini mungkin. Penurunan terjadi ketika MBG libur,” kata Imah.

Lapak dagangannya pun berdekatan dengan sejumlah pedagang sayur dan kebutuhan pokok lainnya. Menurutnya, harga telur juga turun drastis dari Rp26.000 menjadi sekitar Rp22.000 per kilogram.

“Harga sayur juga banyak yang turun. Wong beli kacang satu iket itu biasanya Rp.10.000 sampai Rp 12.000, sekarang hanya Rp 8.000 belum sayuran jenis lainnya,” papar dia.

Hal senada juga diungkapkan oleh seorang pedagang warung kelontong dan sayur, Sumi warga Semanu. Begitu MBG berhenti beroperasi karena libur panjang sekolah ini, harga kebutuhan pokok di pasar turun drastis. Mulai dari ayam, telur, sayuran, bumbu dan lain sebagainya.

Berita Lainnya  Resep Sup Oyong Kuah Telur

“Ayam dan telur itu langsung set drastis turunnya, sayur juga. Wong sekarang di pasar itu beli misal paketan sayur gitu 10 ribu sudah dapet banyak sekali kok enak jual ecernya. Kalau pas mahal kemarin bingung mau jual lagi dengan harga berapa,” ucap dia.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul, Ris Heryani, mengatakan momentum libur sekolah berdampak terhadap turunnya permintaan berbagai komoditas pangan.

Menurutnya, berhentinya sementara aktivitas Program MBG membuat kebutuhan bahan pangan berkurang sehingga memengaruhi harga di tingkat pasar.

“Selain karena permintaan yang menurun, faktor panen raya juga menyebabkan harga beberapa komoditas seperti bawang merah dan cabai mengalami penurunan karena pasokan di pasar meningkat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penurunan paling signifikan terjadi pada komoditas telur ayam ras. Dalam sepekan terakhir harga telur terus mengalami penurunan, dari Rp26.000 per kilogram menjadi Rp25.000, kemudian Rp24.000, dan pada hari ini berada di angka Rp23.000 per kilogram.

Berita Lainnya  Mantan Ketua DPRD Gunungkidul Meninggal Dunia

Harga daging ayam broiler juga turun dari sebelumnya Rp35.000 sampai Rp36.000 per kilogram menjadi Rp32.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau turun dari Rp45.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah mengalami penurunan lebih tajam, dari Rp60.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

Di sisi lain, harga sejumlah bahan pokok lainnya masih relatif stabil. Beras IR I dijual Rp14.900 per kilogram, beras IR II Rp13.200 per kilogram, beras lokal Rp17.500 per kilogram, minyak goreng Fortune pouch Rp21.500 per liter, minyak goreng tanpa merek Rp21.000 per kilogram, gula pasir Segitiga Biru Rp12.000 per kilogram, gula pasir Cakra Kembar Rp13.000 per kilogram, gula curah Rp9.500 per kilogram.

Berita Lainnya  Pemkab Bangun 4 Taman Sebagai Ruang Terbuka Hijau

Sedangkan daging sapi has Rp145.000 per kilogram, rendang Rp140.000 per kilogram, semur Rp80.000 per kilogram, kacang hijau Rp25.000 per kilogram, kacang tanah kupas Rp35.000 per kilogram, mi instan rasa ayam Rp3.400 per bungkus.

Harga ikan nila Rp75.000 per kilogram, ikan kembung Rp37.000 per kilogram, ikan lele Rp6.000 per kilogram, ikan asin kering Rp8.000 per kilogram, tomat hijau Rp6.000 per kilogram, tomat merah Rp15.000 per kilogram, dan kubis Rp10.000 per kilogram.

Ris Heryani menambahkan, Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja bersama Satgas Pangan terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok setiap hari guna menjaga stabilitas pasokan dan mengantisipasi potensi gejolak harga di pasaran.

“Monitoring harga setiap harinya selalu kami lakukan, termasuk cek ketersediaan dan stoknya seperti apa,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis6 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler