Connect with us

Sosial

Cerita Seorang Lulusan Kejar Paket Yang Kini Meraup Untung Puluhan Juta dari Budidaya Melon

Diterbitkan

pada

Semanu,(pidjar.com)- Bidang hortikultura tampaknya tengah menjadi primadona baru di kalangan petani Gunungkidul, terutama bagi petani milenial. Selain bawang merah yang belakangan berkembang pesat, budidaya melon juga dinilai sangat menjanjikan karena mampu memberikan keuntungan besar dalam satu musim tanam.

Salah satu kisah sukses datang dari Roni Irawan (37), warga Nitikan Timur, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu. Siapa sangka, pria yang dahulu bekerja sebagai buruh proyek bangunan di Jakarta itu kini menjelma menjadi petani melon yang memasok hasil panennya ke berbagai kota, supermarket, hingga sejumlah instansi.

Budidaya melon yang ia tekuni ini dimulai pada saat pandemi covid19 lalu. Ia yang merupakan seorang buruh bangunan kehilangan pekerjaan karena pada saat itu banyak proyek yang terhenti.

Beberapa wakfu berpikir, ia kemudian memutuskan mencoba budidaya melon dengan didampingi oleh tentangganya, yang juga merupakan pendmaping program kejar paket.

Berita Lainnya  Ratusan Anggota PSHT Disahkan

“Saya merupakan alumni kejar paket di PKBM Gubuk Pintar atau Ngudi Kapinteran ini. Kemudian saya didampingi oleh Pak Tugino dan Pak Edi untuk budidaya melon,” ucap dia.

Keputusan itu ternyata menjadi jalan rezeki yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia menanam ribuan pohon melon di lahan yang ia sewa bersama Ngatino, ayahnya. Dari situ ia menekuni budidaya tersebut. Waktunya ia habiskan di lahan untuk merawat tanaman tersebut.

Saat usia 65 hari, mulai panen buah dengan jenis Golden Kinanti yang belum banyak dijual di pasaran. Ternyata respon masyarakat dan pasar pun luar biasa.

“Dari situ kami bertekat menekuni tani hortikultura dengan tanaman melon ini. Ada masyarakat sekitar sini, kemudian supermarket, instansi bahkan dari luar kota pun ambil kesini,” ucapnya.

Dari sekitar 2.100 hingga 2.500 batang pohon melon mampu menghasilkan 4 sampai 5 ton melon dengan rata-rata per buah memiliki berat 2,1 kg sampai 2,5 kg bahkan lebih.

Berita Lainnya  Kerjasama Dengan Balai Besar Serayu Opak, Kodim 0730 Temukan 100 Sumber Air Baru di Gunungkidul

“Kalau keuntungan bersih itu ya sekitar 70 persen dari total pendapatan yang kami terima. Rp 35 an juta bisa kami dapat dalam sekali panen, kami hanya budidaya sekali dalam 1 tahun,” jelasnya.

“Sudah enam kali tanam belum pernah gagal. Hanya sekali hasilnya kurang maksimal karena musim hujan, rasa manisnya tidak setinggi saat kemarau,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam perawatannya memang membutuhkan waktu. Mulai dari antisipasi jamur, penyemprotan, kemudian pemilihan daun, hingga saat mulai berbuah harus benar-benar dicari yang terbaik, sebab di 1 pohon untum pertumbuhan yang maksimal hanya 1 buah saja.

“Ketersediaan air yang sangat penting karena melon itu kuncinya di air. Kalau ketersediaan air kurang ya repot, kami menggunakan sumur tua manual sehingga untuk pemenuhan air harus benar-benar kami perhatikan,” ucapnya.

Kisah sukses petani milenial ini mendapat perhatian Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntarningsih. Bersama jajaran Dinas Pendidikan serta Dinas Pertanian dan Pangan, bupati mengunjungi kebun melon milik Roni dan memetik langsung hasil panennya.

Berita Lainnya  Virus Corona Merebak, Kunjungan Wisatawan Mancanegara Menurun Hingga 70%

“Mas Roni cukup menginspirasi warga Gunungkidul lainnya bahwa dari bertani bisa sukses. Semoga pertanian melon ini terus berlanjut dan membawa berkah,” kata Endah.

Dalam kunjungannya tersebut, bupati juga mengkampanyekan program Gerakan Berani Sekolah Gunungkidul (Geni Seko Gunung) yang mrngintegrasikan pendidikan kesetaraan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui keterampilan produktif.

Kisah Roni menunjukkan bahwa pendidikan nonformal melalui Kejar Paket C dapat menjadi pintu masuk lahirnya wirausaha baru di sektor pertanian. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, lanjutnya, berkomitmen mendukung masyarakat yang mengembangkan usaha hortikultura sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

“Pendidikan harus berdampingan dengan pemberdayaan ekonomi. Jika SDM nya pandai dan tekun pasti mereka bisa berdaya dan berdikari,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler