Sosial
Cerita Sukirno, Pasien Positif Corona Pertama di Gunungkidul Yang Berhasil Sembuh






Ponjong,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sebulan silam, nama Padukuhan Surubendo di Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong banyak dibicarakan oleh warga Gunungkidul. Salah seorang warga dari padukuhan ini menjadi pasien positif corona pertama di Gunungkidul. Sukirno (50) warga Padukuhan Surubendo, Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong dinyatakan positif manakala hasil swab testnya keluar pada 25 Maret 2020 lalu. Usai menjalani perawatan hingga hampir 2 minggu, ia lantas dinyatakan sembuh pada 4 April 2020 lalu.
Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Sukirno mengungkapkan, ia sama sekali tak menyangka akan tertular virus yang mengegerkan seluruh belahan dunia ini. Sejak beberapa waktu terakhir lalu, Sukirno bekerja di Jakarta. Naas pada tanggal 3 Maret 2020, ia mengalami kecelakaan kerja. Ia terjatuh dan kemudian mengalami luka pada bagian dada serta bahu.
“Karena di Jakarta tidak ada tulang urut, saya lalu diantar pulang ke Gunungkidul oleh juragan saya,” beber Sukirno, Minggu (26/04/2020) siang.
Tak hanya itu, Sukirno juga merasakan nyeri dan sesak nafas. Lantaran tak lagi kuat menahan sakit, beberapa waktu kemudian, ia lantas memeriksakan diri ke Puskesmas setempat. Petugas medis yang mencatat keluhan dan riwayat bepergian Sukirno lalu merujuknya ke RS Panti Rahayu Kelor. Dari situ, ia kembali dirujuk ke RSUD Wonosari.
“Saya lalu ditetapkan menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” beber dia.







Hasil rontgen menunjukkan bahwa ada luka lebam di bagian tulang bahu. Lantaran nyeri dan sesak nafas dirasakan semakin parah, Sukirno lantas menjalani opname di RSUD Wonosari. Ia sempat hampir kembali dirujuk ke RS di Yogyakarta namun hal itu kemudian diurungkan. Karena kondisinya membaik, Sukirno lantas justru diperbolehkan pulang dan menjalani isolasi mandiri.
“Saat diopname sempat diinfus. Saya baru beberapa hari di rumah usai diopname lantas kemudian tiba-tiba hasil lab saya positif corona,” paparnya.
Pada saat dinyatakan positif Covid 19, Sukirno mengaku kaget dan bingung. Hal ini dikarenakan tubuhnya tidak merasakan sakit apa pun. Namun sesuai dengan petunjuk kesehatan dan tidak ingin menulari keluarganya maupun orang yang ada di sekitarnya, maka ia dengan senang hati dievakuasi oleb medis untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Badan itu tidak merasakan sakit seperti sakit pada umumnya kok. Wong saya juga masih beraktifitas biasa sebelumnya,” kata Sukirno.
Menurutnya menjadi pasien yang dinyatakan positif Corona tidaklah menyeramkan meski memang dalam penanganannya agak berbeda di mana dokter dan perawat menggunakan alat pelindung diri yang lengkap.
“Suasananya tidak seseram yang dibayangkan lah. Ya memang kita diisolasi di ruangan khusus tapi biasa saja,” tambahnya.
Saat dirawat, setiap hari ia selalu mendapatkan kunjungan dari dokter untuk mengecek perkembangan kondisinya. Kemudian perawat 2 kali dalam sehari juga mengecek suhu badan, keluhan yang dirasakan maupun keperluan lainnya.
“Di dalam kesendirian saya di ruang isolasi saya manfaatkan untuk benar-benar mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Terus pupuk semangat saya untuk sembuh,” imbuh Sukirno.
Dari pengalamannya itu, ia meminta masyarakat khususnya para pasien positif atau PDP untuk lebih terbuka kepada tenaga medis. Apa yang dikeluhkan dengan terus terang disampaikan agar penanganannya yang dilakukan bisa maksimal. Pikiran dibuat santai, ambisi untuk sembuh agar bisa berkumpul dengan keluarga terus ditanamkan.
“Pikiran saya sebisa mungkin saya buat slow. Pokoknya semua untuk kesembuhan, toh ini penyakit bisa sembuh dan bukan aib. Sekali lagi bukan aib,” sambungnya.
Tiga pekan ia telah dinyatakan sembuh dari virus tersebut. Selepas keluar dari rumah sakit, memang ia masih sempat beberapa hari melakukan isolasi diri. Tapi kemudian setelah semua membaik, ia beraktifitas seperti biasanya.
Setiap harinya ia manfaatkan untuk jalan-jalan di sekitar lingkungan. Bukan untuk menunjukkan diri, tapi ia berbagi pengalaman dengan sejumlah orang yang ia temui. Memberi pengertian jika penyakit itu bisa sembuh, bukan aib dan tidak semenyeramkan penyakit jenis lain seperti stroke, jantung atau penyakit kronis lainnya.
“Jalan-jalan itu saya cari sinar matahari (berjemur) terus olahraga setiap hari juga saya lakukan. Alhamdulillah tubuh saya jauh lebih sehat, pola makan pun juga dijaga, kebersihan lingkungan juga diperhatikan,” papar Sukirno.
“Ambil positifnya, pola hidup sehat kita mulai diterapkan dengan saya kemarin menjadi pasien positif. Kemudian toleransi dan solidaritas dari masyarakat sangat luar biasa,” jelasnya.
Meski ia sudah mulai beraktifitas sebagaimana biasa, memang sebagian masyarakat yang sudah paham akan bersifat biasa dengan Sukirno. Ngobrol bersama dan melakukan aktifitas lainnya, namun memang ada segelintir orang yang agaknya masih takut dan menganggap penyakit ini momok yang menyeramkan.
“Ya masih ada yang belum berani dekat-dekat dengan saya. Tapi tidak apa-apa, mereka mungkin hanya belum paham saja, untuk bantuan saya ucapkan terimakasih pada pemerintah, relawan dan masyarakat Gunungkidul yang tergerak membantu permakanan maupun bantuan jenis lain. Saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk membalas kebaikan semuanya,” urai Sukirno.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno menyatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan Sukirno, keluarganya maupun masyarakat Surubendo. Ia menyebut bahwa dalam perkembangannya, meski awalnya sempat mencekam pasca adanya pengumuman adanya salah seorang warganya yang positif corona, namun saat ini situasi sudah sangat kondusif. Aktifitas maupun kegiatan sosial di masyarakat sudah cukup pulih namun juga yang perlu ia catat adalah kesadaran warga Surubendo untuk bersama mencegah corona.
Beberapa waktu lalu, ia bersama dengan sejumlah kader sempat menggelar kegiatan bakti sosial berupa penyemprotan disinfektan di Surubendo serta pembagian sembako. Dalam kesempatan ini, Suharno juga sempat memberikan bantuan kepada Sukirno.
“Harus terus disambangi untuk menguatkan masyarakat. Kita salut dengan kesadaran masyarakat sini untuk menjaga kesehatan,” pungkas Suharno.
-
Pemerintahan2 minggu yang lalu
Bupati Endah Harapkan Tradisi Urbanisasi Mulai Berkurang
-
Pemerintahan2 minggu yang lalu
Akhirnya Gunungkidul Akan Kembali Punya Bioskop
-
film2 minggu yang lalu
Diputar Bertepatan Momen Lebaran, Film Komang Ajak Rayakan Perbedaan
-
bisnis3 minggu yang lalu
Hadirkan Zona Baru, Suraloka Interactive Zoo Siap Berikan Pengalaman Interaktif dan Edukatif
-
Uncategorized4 minggu yang lalu
Milad ke 12, Sekolah Swasta Ini Telah Raih Ribuan Prestasi
-
bisnis4 minggu yang lalu
Sambut Lebaran 2025, KAI Bandara Beri Diskon Tiket dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
-
bisnis4 minggu yang lalu
Catat Kinerja Positif di Tahun 2024, WOM Finance Berhasil Tingkatkan Aset 4,68 Persen
-
Peristiwa4 minggu yang lalu
Jelang Lebaran, Polisi Himbau Warga Waspadai Peredaran Uang Palsu
-
Peristiwa2 minggu yang lalu
Kebakaran di Rongkop, Bangunan Rumah Hingga Motor Hangus Terbakar
-
Pemerintahan2 minggu yang lalu
Pemeriksaan Selesai, Bupati Segera Jatuhkan Sanski Terhadap 2 ASN yang Berselingkuh
-
Pemerintahan2 minggu yang lalu
Puluhan Sapi di Gunungkidul Mati Diduga Karena Antraks
-
Sosial7 hari yang lalu
Komitmen HIPMI Gunungkidul Jaga Kebersamaan dan Dukung Kemajuan Investasi Daerah