event
Film ‘Beautiful Pain’ Telanjangi Stigma dan Kerentanan Perempuan
Jogja,(pidjar.com)– Isu hubungan beracun (toxic relationship) dan perjuangan perempuan dalam melepaskan diri dari kungkungan domestik kembali menjadi sorotan. Kolaborasi terbaru antara rumah produksi Dapur Film, Hanung Bramantyo, dan Nikita Mirzani melahirkan sebuah karya drama bertajuk Beautiful Pain yang secara tajam memotret penderitaan sekaligus ketangguhan seorang single mother.
Melalui penayangan spesial yang digelar di Ambarrukmo XXI Yogyakarta pada Sabtu (17/10/2026), film ini menunjukkan bahwa perjuangan perempuan yang memilih keluar dari pernikahan tidak sehat tidak berhenti pada keputusan bercerai semata. Justru, babak baru yang penuh gelombang tantangan sosial baru saja dimulai.
Berbeda dari narasi drama romantis pada umumnya, Beautiful Pain mengambil sudut pandang yang lebih realistis dan getir. Tokoh utama, Niken (diperankan oleh Raihaanun), menggambarkan kerentanan nyata yang kerap dihadapi perempuan ketika harus memulai hidup dari nol setelah berpisah dari suaminya, Dirga (Baim Wong).
Film ini tidak hanya menyoroti perjuangan kemandirian finansial Niken untuk menghidupi kedua anaknya dan kembali menumpang di rumah sang eyang, tetapi juga membongkar kerasnya industri kerja dan realitas sosial. Ketika Niken mencoba merintis karier di dunia akting, ia justru dihadapkan pada ancaman baru: pelecehan, pengkhianatan, hingga stigma negatif masyarakat yang membayangi statusnya sebagai janda dan ibu tunggal.
Sutradara Dmaz Brodjonegoro bersama tim penulis naskah, Titien Wattimena dan Hanung Bramantyo, berhasil merajut persoalan sistemik yang dialami banyak perempuan di Indonesia ke dalam layar lebar.
Proyek ini menjadi sorotan tersendiri karena menandai debut aktris Nikita Mirzani sebagai Executive Producer, berkolaborasi dengan sineas senior Hanung Bramantyo yang bertindak sebagai produser. Kehadiran jajaran pemain papan atas seperti Jajang C. Noer, Tarra Budiman, Dimas Aditya, Siti Fauziah, hingga Sha Ine Febriyanti semakin memperkuat bobot emosional karakter-karakter di dalamnya.
Eksplorasi konflik emosional ini rupanya berhasil menggetarkan empati penonton di Yogyakarta. Banyak reaksi dari penonton setelah menyaksikan Film Beautiful Pain. Rosyana, salah satu penonton mengatakan bahwa isu kerentanan single mother yang diangkat tidak hanya menjadi tontonan.
“Tetapi juga pembuka ruang diskusi publik mengenai pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental dan dukungan sosial bagi perempuan yang berani mengambil keputusan sulit demi masa depan anak-anaknya,”ujar Rosyana.
Setelah menyapa penonton Yogyakarta, film Beautiful Pain dijadwalkan hadir serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026 mendatang untuk mengajak masyarakat luas menyelami makna keberanian dan ketabahan seorang ibu. (Rosa)
-
Uncategorized3 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya3 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized2 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized2 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Sosial3 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
