Peristiwa
Gelombang Tinggi Mulai Melandai, Sejumlah Nelayan Kembali Melaut
Tanjungsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Pasca gelombang tinggi yang terjadi kemarin, sejumlah nelayan di pesisir selatan yang sempat libur beraktifitas mulai kembali melaut. Meski demikian, sebagian juga masih belum beraktivitas karena gelombang masih agak tinggi.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Pantai Baron, Marjono mengatakan Rabu (13/03/2024) kemarin gelombang tinggi di pesisir selatan mencapai 10 feet atau sekitar 4 meter. Akibat dari kondisi ini, para nelayan di seluruh pesisir selatan memilih untuk tidak melaut. Gelombang yang sampai ke bibir pantai ini membuat sejumlah kapal nelayan mengalami kerusakan karena saling berbenturan.
“Ada 6 kapal nelayan pantai Ngrenehan yang mengalami kerusakan ringan di bagian sayap dan lambung kapal,” kata Marjono, Kamis (14/03/2024).
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk dampak hanya pada beberapa kapal tersebut. Sedangkan untuk gazebo ataupun warung-warung milik warga yang berada di pinggir pantai tergolong aman.
“Untuk bangunan secara keseluruhan aman,” imbuh dia.
Adapun untuk sekarang ini gelombang sudah tergolong landai. Para nelayan yang sempat meliburkan diri sebagian besar sudah mulai kembali beraktivitas. Dari SAR sendiri tetap menghimbau agar lebih berhati-hati saat memutuskan melaut.
“Nelayan di pantai Baron sebagian sudah melaut. Mereka justru lebih paham mengenai kondisi gelombang, kapan sudah bisa melaut dan kapan harus tidak melaut,” jelasnya.
Dikutip dari laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Yogyakarta (YIA) menginformasikan potensi gelombang tinggi di perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Rabu (13/3/2024) ini. Masyarakat yang beraktivitas di perairan selatan diminta waspada.
Ketinggian gelombang laut di selatan DIY diperkirakan antara 2,5 meter hingga 4 meter. Gelombang laut bisa mencapai empat meter atau kategori tinggi. Waspadai gelombang laut tinggi di perairan Yogyakarta.
-
Uncategorized5 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya4 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized4 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial6 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized4 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized4 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
