Uncategorized
GEMPUR Gunungkidul, Puluhan Ribu Vaksin Dialokasikan Untuk Ternak
Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mempercepat pelaksanaan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) melalui program Gerakan Melindungi Ternak dari PMK dan Penyakit Hewan Menular (GEMPUR). Program ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hewan menular, khususnya pada ternak yang rentan terhadap PMK.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan bahwa pada tahun 2026 Gunungkidul memperoleh alokasi 30.400 dosis vaksin PMK. Pelaksanaan vaksinasi dipusatkan dalam Bulan Vaksinasi PMK yang digelar sepanjang Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Vaksin PMK diberikan kepada ternak yang sehat sebagai langkah pencegahan dan pengendalian penyebaran penyakit,” ujar Rismiyadi, Senin (10/8/2026).
Dalam pelaksanaan vaksinasi ini dilakukan setiap hari melibatkan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskeswan dari berbagai wilayah di Kabupaten Gunungkidul. Nantinya vaksinasi terus dilakukan secara rutin setiap enam bulan sekali terhadap ternak yang berisiko tertular PMK.
Lebih lanjut Rismiyadi mengatakan, vaksinasi digencarkan karena Gunungkidul merupakan daerah lumbung ternak di DIY. Adapun ternak di dari Bumi Handayani banyak dikirim ke luar daerah untuk mencukupi kebutuhan umum. Disamping itu, riwayat penyakit ternak yang terjadi seperti PMK, LSD hingga antraks.

Oleh karena itu, para peternak diharapkan memanfaatkan momentum GEMPUR untuk melindungi kesehatan ternak mereka.
Untuk mempercepat pencapaian target, tim dari UPT Puskeswan bergerak setiap hari melakukan vaksinasi di lapangan.
“Setiap hari tim Puskeswan melakukan vaksinasi,” katanya.
Hingga 10 Agustus 2026, pelaksanaan vaksinasi PMK di Gunungkidul telah mencapai 14.425 dosis, atau hampir setengah dari total target yang ditetapkan tahun ini.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menargetkan seluruh dosis vaksin dapat tersalurkan sesuai sasaran agar kekebalan ternak terhadap PMK meningkat dan potensi penyebaran penyakit dapat ditekan.
Langkah tersebut juga diharapkan mampu menjaga produktivitas peternakan sekaligus memberikan rasa aman bagi para peternak di tengah ancaman penyakit hewan menular.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
