Connect with us

Hukum

Bawa Berbagai Jenis Senjata Tajam Saat Tagih Utang, Debt Collector Akhirnya Ngandang

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Satreskrim Polres Gunungkidul mengungkap kasus kepemilikan dan pembawaan senjata tajam yang melibatkan oknum debt collector (DC) atau penagih utang. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita sejumlah senjata tajam berupa celurit, empat pedang katana, serta sebuah tongkat yang ditemukan di dalam mobil yang digunakan rombongan penagih utang tersebut.

Kasatreskrim Polres Gunungkidul, AKP Tri Hartanto, menjelaskan bahwa kasus ini terungkap setelah pihaknya menerima laporan dari warga Dusun Asemlulang, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Menurut AKP Tri Hartanto, laporan tersebut menyebutkan adanya dugaan penganiayaan yang sempat dilakukan oleh sejumlah oknum debt collector saat melakukan penagihan. Situasi di lokasi sempat memanas akibat cekcok antara pihak debt collector dan warga yang kala itu berdatangan ke lokasi.

Berita Lainnya  Ajak Check In Bocah SD, Remaja 19 Tahun Diamankan Polisi

“Selain adanya dugaan penganiayaan, warga juga menemukan senjata tajam di dalam kendaraan yang sebelumnya digunakan oleh rombongan penagih utang tersebut. Informasi itu langsung kami tindak lanjuti dengan mendatangi lokasi bersama anggota piket Satreskrim,” ujar AKP Tri Hartanto.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap sebuah mobil Toyota Avanza warna silver bernomor polisi AB 1089 HJ, petugas menemukan sebuah tas berwarna cokelat yang berisi berbagai jenis senjata tajam.

“Dari dalam kendaraan ditemukan satu bilah celurit, empat bilah pedang katana dengan berbagai jenis sarung, serta satu buah tongkat panjang. Temuan ini kemudian kami amankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan,” jelasnya.

Polisi kemudian mengamankan lima orang yang diduga merupakan bagian dari rombongan debt collector dan membawa mereka ke Polres Gunungkidul untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dari hasil penyelidikan, dua orang ditetapkan sebagai tersangka yakni T alias B (47), warga Kapanewon Semin, Gunungkidul, dan A (36), warga Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten.

Berita Lainnya  Diduga Pekerjakan Anak PKL Hingga Larut Malam, KPU Gunungkidul Dilaporkan ke Polisi

AKP Tri Hartanto mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka T diketahui memiliki dan membawa satu bilah celurit lengkap dengan sarungnya. Sementara tersangka A menguasai sebuah tas yang berisi empat bilah pedang katana dan satu tongkat.

“Barang-barang tersebut dibawa tanpa hak dan tidak memiliki kepentingan yang dibenarkan oleh hukum. Karena itu kami melakukan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Dalam kasus ini polisi menyita satu unit mobil Avanza silver, satu bilah celurit, empat bilah pedang katana, satu tas pancing warna cokelat bertuliskan Blood Hard Case, serta satu tongkat berwarna putih tulang.

Kasatreskrim menegaskan bahwa Polres Gunungkidul tidak akan mentolerir tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat, terlebih jika melibatkan senjata tajam dalam aktivitas penagihan utang.

Berita Lainnya  Pengacara Keluhkan Polisi Lamban Tangani Kasus, Ayah Tgr: Pelaku Mengaku Disuruh Tokoh Genjahan

“Kami mengimbau seluruh pihak agar menyelesaikan persoalan perdata maupun penagihan sesuai aturan hukum yang berlaku dan tidak menggunakan cara-cara intimidatif yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” pungkas AKP Tri Hartanto.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 307 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata23 jam yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 hari yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis2 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler