Uncategorized
Puncak Kekeringan, Puluhan Ribu Warga Dari 16 Kapanewon Terdampak
Wonosari, (pidjar.com)- Puncak musim kemarau yang saat ini sedang terjadi membuat stok air bersih di Kabupaten Gunungkidul kian menipis. Di tengah kondisi itu, distribusi bantuan air harus dilakukan hampir setiap hari untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan. Saat ini, warga masyarakat terdampak kekeringan memang hanya mengandalkan distribusi air bersih dengan menggunakan mobil tangki.
Sub-Koordinator Logistik dan Peralatan Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Arief Prasetyo, mengatakan penyaluran air bersih kini menjadi agenda rutin. Petugas juga terus melakukan pendataan untuk mengetahui kebutuhan warga di lapangan.
” Kondisi ini menyebabkan setiap hari ada bantuan air ke masyarakat,” kata Arief, Selasa (11/8/2026).
Berdasarkan data BPBD Gunungkidul, kekeringan saat ini telah berdampak terhadap 75.486 warga. Mereka berasal dari 24.062 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 311 padukuhan dan 58 kalurahan.
Dari total 18 kapanewon di Gunungkidul, sebanyak 16 kapanewon telah terdampak dan mendapatkan bantuan air bersih. Sementara Kapanewon Karangmojo dan Playen sejauh ini masih tergolong aman.

Arief mengatakan kondisi di masing-masing wilayah terdampak berbeda. Namun, kebutuhan air bersih terus muncul seiring cadangan air warga yang semakin terbatas.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, memasuki puncak kemarau, ketersediaan air bersih semakin menipis.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul saat ini masih menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi kekeringan. Status tersebut berlaku hingga 31 Agustus 2026.
“Status berakhir 31 Agustus, ini bisa diperpanjang dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan,” ujar Purwono.
Perpanjangan status siaga menjadi opsi lantaran musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga November mendatang. Artinya, kebutuhan air bersih masyarakat berpotensi terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
Purwono pun mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak. Air yang tersedia diminta diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
“Air harus dimanfaatkan dengan bijak dengan skala prioritas guna mencukupi kebutuhan dasar seperti mandi, memasak, dan mencuci,” pungkasnya.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
