Uncategorized
Masih Ada Siswa Belum Imunisasi, Dinkes Gunungkidul Lakukan Sweeping
Wonosari, (pidjar.com) — Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 di Kabupaten Gunungkidul telah mencapai cakupan cukup tinggi. Kendati demikian, masih terdapat sejumlah siswa yang belum mendapatkan imunisasi karena berbagai faktor, mulai dari kondisi kesehatan hingga adanya penolakan dari orang tua atau wali murid.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, dr. Wanda Abrar, mengatakan pelaksanaan BIAS tahun ini berlangsung mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2026. Program tersebut menyasar siswa sekolah dasar dan jenjang pendidikan terkait di wilayah Gunungkidul.
Untuk imunisasi MR (Measles Rubella/Campak Rubella), sasaran yang ditetapkan sebanyak 8.269 siswa kelas 1 SD. Sementara imunisasi Td (Tetanus Difteri) menyasar 8.470 siswa kelas 2 SD.
Adapun imunisasi HPV dosis pertama diberikan kepada siswa kelas 5 SD dengan sasaran 8.901 anak. Tahun ini terdapat perluasan sasaran HPV, di mana vaksin tidak hanya diberikan kepada siswa perempuan tetapi juga siswa laki-laki.
“Untuk HPV saat ini capaiannya 97,2 persen dari sasaran 5.481 anak. Sedangkan MR sudah 96,8 persen dari sasaran 4.892 anak,” kata Wanda, Senin (7/9/2026).
Berdasarkan capaian tersebut, masih terdapat sekitar 2,8 persen sasaran HPV atau sekitar 154 anak yang belum mendapatkan imunisasi. Sementara untuk MR masih terdapat 3,2 persen atau sekitar 157 anak yang belum mendapatkan vaksinasi.
Wanda menjelaskan, belum tercapainya cakupan 100 persen tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. Sebagian anak sebelumnya belum dapat diberikan imunisasi karena sedang sakit sehingga pemberiannya harus ditunda. Selain itu, terdapat pula orang tua atau wali murid yang memilih menolak imunisasi karena masih memiliki keraguan tertentu terhadap vaksin.
“Salah satu yang masih menjadi kendala adalah ada orang tua yang meragukan kehalalan vaksin, sehingga memilih menolak anaknya diberikan imunisasi,” jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Kesehatan saat ini masih melakukan sweeping imunisasi. Upaya ini dilakukan untuk menjangkau kembali anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi, baik karena sebelumnya sakit maupun karena adanya penolakan dari orang tua.
Petugas Puskesmas di masing-masing wilayah juga melakukan pendekatan dan edukasi kepada wali murid. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua sehingga tidak terjadi perbedaan persepsi mengenai imunisasi dan anak tetap memperoleh haknya untuk mendapatkan vaksinasi.
Di sisi lain, BIAS 2026 juga menjadi momentum perluasan pemberian vaksin HPV kepada anak laki-laki. Pemberian vaksin tersebut dimaksudkan sebagai upaya perlindungan terhadap penyakit yang berkaitan dengan infeksi HPV, termasuk kanker anus dan kutil kelamin.
Pemberian imunisasi HPV kepada siswa laki-laki tahun ini merupakan bagian dari pilot project yang dilaksanakan di Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jakarta.
Wanda menambahkan, meski masih terdapat siswa yang belum mendapatkan imunisasi, secara umum pelaksanaan BIAS di Gunungkidul berjalan dengan baik.
Dinas Kesehatan terus berupaya untuk mengoptimalkan sweeping serta pendekatan kepada orang tua agar cakupan imunisasi dapat terus meningkat.
“Masih terus kami upayakan melalui sweeping, termasuk anak yang kemarin ditunda karena sakit maupun yang masih menolak,” pungkasnya.
-
Uncategorized5 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized4 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan3 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
-
Uncategorized4 minggu yang laluPelaku Pencurian Pompa Sibel dan Kabel Pengairan di Ngawis Berhasil Dibekuk Polisi
