Pemerintahan
Pemkab Dorong Petani Ikuti Program Asurasi Usata Tani Padi
Wonosari,(pidjar.com)- Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul melakukan sosialisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebagai upaya melindungi petani dari kerugian akibat bencana alam seperti banjir dan kekeringan, serta serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Namun demikian, memang minat petani dari Gunungkidul tergolong minim dengan program tersebut. Hal ini dikarenakan adanya sejumlah faktor yang mempengaruhi.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, AUTP merupakan program dari Kementrian Pertanian untuk melindungi petani dari risiko gagal panen akibat banjir, kekeringan, dan serangan OPT seperti tertuang dalam amanat UU No. 19 Tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani.
Tujuan dari program ini adalah memberikan ganti rugi, mengalihkan risiko kerugian, dan menjamin keberlanjutan usaha tani. Selama ini, petani di Gunungkidul memang didorong untuk mengikuti program ini.
Adapun persyaratannya yakni petani dalam kelompok tani dan memiliki NIK. Kemudian lahan maksimal 2 hektare dengan kriteria lahan yaitu sawah irigasi, tadah hujan, dan lahan rawa atau pasang surut, serta terdapat sumber air di wilayah tersebut. Untuk klaim kerusakan tanaman minimal 75% dan umur tanaman 10-30 HST.
“Beberapa tahun lalu ya ada yang ikut program ini tapi belum banyak,” kata Raharjo Yuwono, Kamis, (16/04/2026).

Menurutnya minimnya peminat dikarenakan sejumlah hal, mulai dari persyaratan luasan lahan dan jenis lahannya. Kemudian klaim asuransi ini hanya untuk jenis kerusakan tertentu bukan secara menyeluruh.
Belum lagi, untuk 2 tahun terakhir sudah tidak ada subsidi dari pemerintah pusat atas biaya asuransi. Pembayarannya yakni Rp 136.000 per hektare lahan untuk permusim.
“Tahun 2024 2025 nihil tidak ada yang ikut asurasi ini,” tandasnya.
Dengan sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul dapat memotivasi para petani untuk mengikuti program AUTP tersebut. Kemudian diharapkan pula agar dari Kementan memberikan lagi subsidi premi seperti tahun tahun yang lalu sehingga meringankan petani yang ingin mengikuti.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized5 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Kriminal4 minggu yang laluPenipuan Program Koperasi Desa Merah Putih Terbongkar, Pelaku Minta Uang hingga Rp80 Juta ke Kalurahan
