Uncategorized
Persaingan Kerja Kian Ketat, HILLSI Gunungkidul Didorong Cetak Tenaga Kerja Kompeten dan Profesional
Wonosari, (pidjar.com) – Persaingan di dunia kerja yang semakin ketat menuntut calon tenaga kerja memiliki lebih dari sekadar ijazah. Akan tetap penguasaan keterampilan, keluasan pengetahuan, wawasan, serta sikap profesional menjadi bekal penting agar mampu memenuhi kebutuhan perusahaan sekaligus bersaing di tengah perkembangan dunia usaha yang terus berubah. Maka dari itu, Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul mendorong Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (HILLSI) Gunungkidul untuk mencetak tenaga kerja yang benar-benar kompeten dan profesional.
Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan, lembaga pelatihan kerja (LPK) memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Oleh karena itu, HILLSI diharapkan mampu mendorong lembaga-lembaga pelatihan untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran agar lulusan yang dihasilkan benar-benar siap memasuki dunia kerja.
Menurutnya, saat ini kebutuhan perusahaan baik di tingkat nasional maupun global terus berkembang. Kondisi tersebut mengharuskan tenaga kerja memiliki keterampilan yang relevan, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta mempunyai etos kerja dan profesionalitas yang baik.
“Saya berharap pengurus baru segera bergerak dan membangun kolaborasi. Kami dari dinas akan mendukung bersama-sama menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan perusahaan nasional maupun global,” terang Kelik Yuniantoro, Kamis (22/10/2026), saat menghadiri pelantikan pengurus DPC HILLSI Gunungkidul periode 2026–2031 di Ballroom Hotel Marine Cruise (MCHotel).
Ia juga mengingatkan agar LPK tidak terpaku pada pola pelatihan konvensional. Transformasi perlu dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi digitalisasi yang turut mengubah kebutuhan kompetensi di berbagai sektor pekerjaan.
Dengan begitu, lanjut Kelik, proses pelatihan tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga perlu membekali peserta dengan pengetahuan, wawasan, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan menghadapi lingkungan kerja yang dinamis.
“LPK memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus menjadi jembatan antara masyarakat dengan dunia kerja dan usaha,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPC HILLSI Gunungkidul periode 2026–2031, Rahmad Prajoko, S.H., CBC., C.Med., mengatakan keberadaan HILLSI diharapkan menjadi ruang koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi bagi lembaga-lembaga pelatihan kerja di Gunungkidul.
Melalui wadah tersebut, para pengelola LPK diharapkan dapat saling menguatkan dan meningkatkan kualitas pelatihan sehingga mampu menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi sesuai kebutuhan industri maupun dunia usaha.
“Simpel, HILLSI dapat menjadi wadah koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi bagi lembaga-lembaga pelatihan kerja di Gunungkidul,” jelasnya.
Rahmad menambahkan, kepengurusan yang baru juga berkomitmen mendorong HILLSI menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam pembangunan ketenagakerjaan. Peran LPK diharapkan tidak berhenti pada pemberian pengetahuan dan keterampilan, tetapi turut membuka akses serta menjembatani masyarakat menuju kesempatan kerja.
Ia berharap, sinergi antara LPK, pemerintah, dan dunia usaha dapat terus diperkuat agar pelatihan yang diselenggarakan benar-benar menjawab kebutuhan pasar kerja. Dengan begitu, masyarakat Gunungkidul memiliki bekal yang lebih matang untuk menghadapi persaingan, meningkatkan daya saing, serta memperoleh peluang kerja yang lebih luas.
“Mari kita bangun ekosistem pelatihan kerja yang sehat, profesional, inovatif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
-
Uncategorized3 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya3 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial4 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
