Uncategorized
WNA Iran Diduga Salahgunakan ITAS Investor, 3 Tahun Beternak Ayam di Gunungkidul
Wonosari, (pidjar.com)- Warga negara asing (WNA) asal Iran berinisial SM diduga menyalahgunakan Izin Tinggal Terbatas (ITAS) Investor di Indonesia. Pemegang ITAS tersebut tercatat sebagai investor sekaligus direktur utama sebuah perusahaan, namun justru menjalankan usaha peternakan ayam di Kabupaten Gunungkidul.
Aktivitas peternakan ayam itu bahkan telah dijalankan SM sejak 2023 atau sekitar tiga tahun terakhir. Dalam menjalankan usahanya, SM mempekerjakan sekitar 10 warga lokal.
Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta Sefta Adrianus Tarigan mengatakan kasus tersebut terungkap setelah pihaknya melakukan pemeriksaan administrasi melalui sistem keimigrasian pada 28 Juli 2026.
“Dalam pengawasan orang asing, kami tidak hanya melakukan pemeriksaan dokumen. Kami juga memastikan apakah kegiatan orang asing di lapangan sesuai dengan maksud dan tujuan izin tinggal yang dimilikinya,” kata Sefta dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).
Dari pemeriksaan administrasi, SM tercatat sebagai petinggi PT MMM dan berdomisili di Gunungkidul. Petugas kemudian melakukan pengecekan lapangan di wilayah Kapanewon Ponjong pada 31 Juli 2026.

Hasil pengecekan menunjukkan aktivitas SM di lapangan tidak sesuai dengan izin tinggal yang dimilikinya. SM diketahui menjalankan usaha peternakan ayam, bukan aktivitas sebagaimana yang menjadi dasar pemberian ITAS Investor tersebut.
Saat dimintai keterangan, SM mengakui telah menjalankan usaha peternakan ayam sejak 2023. Usaha tersebut hingga kini masih berjalan dan melibatkan sekitar 10 pekerja warga lokal.
Dalam pemeriksaan, SM juga mengaku menggunakan ITAS Investor yang berbendera PT MMM. Namun, dia mengaku sudah tidak aktif di perusahaan tersebut sejak 2022.
SM tercatat aktif di PT MMM pada periode 2021-2022. Setelah itu, operasional perusahaan dikelola oleh pihak lain, sedangkan SM mengaku hanya bekerja apabila diminta.
Meski demikian, ITAS Investor yang berkaitan dengan PT MMM tetap digunakan SM ketika menjalankan aktivitasnya di Gunungkidul.
Tim Operasi Intelijen Keimigrasian kemudian turut menelusuri keberadaan PT MMM selaku penjamin. Pemeriksaan dilakukan di Graha Mampang, Jakarta, pada 26-28 Agustus 2026.
Namun, petugas tidak menemukan plang nama maupun jejak fisik PT MMM di lokasi tersebut. Pengelola gedung menyebut lokasi itu sebelumnya hanya digunakan sebagai virtual office dan perusahaan tersebut kemudian telah berpindah.
Setelah mengetahui bahwa aktivitasnya tidak selaras dengan izin tinggal yang dimiliki, SM bersikap kooperatif. Dia kemudian mengajukan permohonan alih status izin tinggal agar sesuai dengan bisnis peternakan yang dijalankannya.
Meski demikian, Imigrasi Yogyakarta masih melakukan pendalaman terhadap dugaan penyalahgunaan izin tinggal tersebut. Langkah hukum terhadap SM akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Sefta menegaskan setiap WNA yang berada di Indonesia wajib mematuhi aturan keimigrasian, termasuk menjalankan aktivitas sesuai dengan izin tinggal yang dimilikinya.
“Setiap WNA yang berada di Indonesia diimbau keras untuk menaati regulasi keimigrasian dan beraktivitas murni sesuai koridor izin yang dikantongi,” ujarnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
