Uncategorized
Pilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
Karangmojo,(pidjar.com)–Dinamika politik dalam pemilihan lurah di Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo nampaknya mulai terasa usai masa pendaftaran bakal calon lurah periode 2026-2034 ini. Di kalurahan yang berada tidak jauh dari jantung kota Wonosari ini, terdapat 2 orang yang mendaftarkan diri untuk berkontestasi pada pesta demokrasi tingkat kalurahan. Adapun diantaranya yakni Suratman (Petahana) dan Budi Haryanto, seorang pengusaha yang meramaikan kontestasi perebutan kursi Kelor 1.
Proses pendaftaran dengan penyerahan berkas pencalonan masing-masing pun telah dilakukan sebagaimana prosedur yang semestinya.
Namun demikian, informasi yang berhasil dihimpun, saat sini petahana disinyalir mulai curi-curi start untuk mendapatkan simpatisan dari warganya melalui sejumlah kegiatan kalurahan. Misalnya saat kalurahan menyelenggarakan rapat atau sosialisasi dengan peserta para kader atau anggota PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT) Kalurahan dan lainnya. Pada momen tersebut, lurah petahana disinyalir curi-curi materi pencalonannya sebagai calon lurah kembali dan meminta untuk dipilih oleh hadirin.
Padahal untuk saat ini, tahapan masih di awal. Pendaftaran bakal calon lurah baru ditutup pada 23 Juli 2026 lalu, kemudian verifikasi data pendaftaran baru akan dilakukan di akhir Juli 2026 ini dan disusul dengan pengumuman calon lurah yang berhak dipilih baru dilakukan di 8 September mendatang. Alhasil, aksi “curi start” yang dilakukan oleh petahana ini menuai protes dari kubu penantang. Hal inilah yang lantas membuat tensi Pilur Kelor mulai memanas.
Penasehat tim sukses Budi Haryanto (bakal calon Lurah Kelor), Susilo Marwanta mengatakan, belakangan ini pihaknya mendapatkan laporan dari warga mengenai adanya berbagai kegiatan kalurahan yang seolah ditumpangi petahana untuk mendapatkan simpati dari masyarakat. Ia mencontohkan pada saat adanya rapat atau sosialisasi petahana menyampaikan mengenai pencalonannya dalam kontestasi Pilur ini dan meminta dukungan dari warga dengan kata-kata ajakan untuk memberikan suara warga terhadap dirinya pada pencoblosan.

Selain itu, ada banyak laporan yang seolah menjatuhkan rivalnya dengan muatan-muatan tertentu. Seperti money politik dan bahkan hingga perihal perbedaan agama.
“Ya benar, kami mendengar dari warga saat ada rapat atau sosialisasi beliau menyisipkan materi pencalonannya (kampanye) untuk mendapat simpati warga,” kata Susilo.
Menurutnya, belakangan ini juga banyak janji-janji politik yang mulai disampaikan oleh lurah petahana tersebut. Padahal sebelum-sebelumnya tidak pernah ada program-program berkaitan dengan pembangunan sanitasi, pembangunan rumah layak huni dan lainnya yang disampaikan. Dicontohkan, warga dijanjikan akan diusulkan rehab rumah, asalkan saat pencoblosan memilih dirinya.
Bahkan informasi yang ia terima, para anggota KWT di Kalurahan Kelor sampai ditanyai kesanggupan untuk mendukung dan memilih dirinya.
“KWT yang paling rawan, bahkan anggota KWT ditari (kesanggupan) untuk mendukung Pak Lurah,” jelasnya.
Dari tim Budi Haryanto ini berharap agar Lurah Kelor dapat mematuhi aturan yang berlaku dan menahan diri untuk tidak melakukan kampanye pencalonannya sebelum waktunya.
“Pak lurah definitif ini kan belum cuti ya, di mana batas terakhir sampai 8 September 2026 mendatang sesuai dengan tatib yang ada di kalurahan Kelor. Harapan kami itu ditepati,” jelasnya.
Pihaknya juga tidak menampik jika ada indikasi bahwa sebagian pamong dan panitia penyelenggara Pilur Kelor merupakan tim pendukung petahana.
“Ya tidak papa kalau itu, kita diam saja. Yang jelas dengan tim inti dan tim yang lain kita sudah sepakat Kelor harus berubah, karena kita sudah potensi yang sebaik ini kalau kita tidak tingkatkan lagi kemajuannya untuk masa depan dengan kader yang baru ini maka tidak akan maju dan berubah Kelor ini,” tandasnya.
Jika nantinya ketidak netralan pamong maupun panitia semakin menjadi dan pihak sebelah tetap melakukan kampanye-kampanye terselubung sebelum jadwal dan menumpang pada kegiatan pemerintahan maka tidak menutup kemungkinan pihaknya akan bertindak tegas dengan membuat laporan resmi.
Selain itu juga berharap agar jalannya Pilur di Kalurahan Kelor berjalan adem ayem, bersih, aman, kondusif, dan menjaga toleransi serta solidaritas. Isu-isu seksi tentang agama diharapkan tidak diikut sertakan pada politik yang terpenting adalah program dan kerjanyata membawa kalurahan lebih baik dan lebih maju kembali untuk warganya bukan untuk individu atau kelompok tertentu.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Tim Pemenangan Budi Haryanto, Suhirmanto. Ia mengatakan dalam pelaksanaan Pilur 2026 ini diharapkan semua berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Bermainlah cantik, janganlah menggunakan kesempatan karena masih menjabat kemudian kegiatan-kegiatan tertentu untuk kemudian ditumpangi dengan kampanye terselubung apalagi menggunakan kegiatan pemerintahan,” ucapnya.
Ia berharap ke depannya semua berjalan sesuai dengan jadwal, tidak ada yang curi-curi start untuk penyampaian-penyampaian materi atau ajakan dukungan.
“Jangan manfaatkan waktu selama masih menjabat dengan kegiatan-kegiatan yang diselipi dengan kampanye,” tandasnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized1 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
