Uncategorized
Dinsos PPPA Gunungkidul Salurkan Puluhan Alat Bantu untuk Penyandang Disabilitas
Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) terus berupaya meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas. Salah satunya melalui pemberian bantuan alat bantu disabilitas serta fitting alat bantu yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat yang diserahkan pada Senin,(14/09/2026).
Kepala Dinsos PPPA Gunungkidul, Arkham Mashudi, mengatakan penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki hak memperoleh perlindungan, pelayanan sosial, serta dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kemandirian.
Pada tahun anggaran 2026, Pemkab Gunungkidul memberikan bantuan alat bantu disabilitas yang bersumber dari APBD Kabupaten Gunungkidul kepada 38 penerima manfaat. Sementara itu, melalui APBD DIY, sebanyak 57 penerima manfaat mendapatkan fitting alat bantu disabilitas.
“Alat bantu yang diberikan bermacam-macam, mulai dari alat bantu dengar, kaki palsu, sepatu penyangga kaki agar dapat berjalan, kursi roda, dan lain sebagainya,” ujar Arkham.
Menurutnya, sebelum menerima bantuan dari Pemda DIY, calon penerima manfaat terlebih dahulu menjalani pengecekan dan pemeriksaan kondisi fisik dan proses verifikasi. Sedangkan mekanisme bantuan dari Pemkab Gunungkidul berdasarkan perencanaan yang telah dilakukan sejak tahun lalau.

Verifikasi dilakukan agar alat yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing penerima. Tak berhenti pada pemberian alat bantu, Dinsos PPPA Gunungkidul juga berupaya mendorong kemandirian penyandang disabilitas melalui berbagai program pelatihan dan pemberdayaan.
“Selain memberikan fasilitas agar para disabilitas bisa beraktivitas mandiri, kami juga memberikan pelatihan atau pemberdayaan kepada beberapa disabilitas. Harapannya juga mendorong kemandirian dalam ekonomi,” jelasnya.
Arkham menambahkan, upaya pemenuhan kebutuhan penyandang disabilitas juga akan terus dilakukan. Pada 22 September 2026 mendatang, Badan Jamkesos DIY dijadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap penyandang disabilitas di Gunungkidul untuk selanjutnya diusulkan memperoleh bantuan peralatan penunjang aktivitas.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan pembangunan yang berkeadilan dan tidak meninggalkan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Menurutnya, komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui program strategis daerah “Warga Gayeng-Guyub”. Program ini diarahkan untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, toleran, penuh kekeluargaan, serta menjunjung tinggi semangat gotong royong.
“Melalui semangat Warga Gayeng-Guyub, kita ingin membangun tatanan kehidupan masyarakat Gunungkidul yang harmonis, toleran dan penuh rasa kekeluargaan,” katanya.
Endah menegaskan, penyandang disabilitas memiliki hak yang setara dalam memperoleh perlindungan, pelayanan sosial, pemenuhan kebutuhan dasar, maupun dukungan untuk mengembangkan kemandirian.
Ia menilai proses fitting menjadi bagian penting dalam penyaluran bantuan. Dengan fitting, alat bantu dapat disesuaikan dengan kondisi fisik penerima sehingga diharapkan benar-benar memberikan manfaat dalam meningkatkan mobilitas dan menunjang aktivitas sehari-hari.
“Keterbatasan fisik bukanlah akhir dari segalanya. Kehadiran bantuan ini diharapkan mampu menyulut kembali semangat, motivasi, serta rasa percaya diri untuk terus melangkah dan berkarya di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Endah juga mengapresiasi Dinsos PPPA Gunungkidul, para pendamping sosial, serta jajaran Pemerintah Daerah DIY yang telah bersinergi dalam memberikan pelayanan dan dukungan kepada penyandang disabilitas.
Alat Bantu Menjadi Asa Bagi Penyandang Disabilitas
Salah satu penerima manfaat, Supama, warga Pengkol, Kapanewon Nglipar, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Dengan adanya bantuan alat tersebut menjadi sebuah asa bagi ia dan teman-teman disabilitas lainnya.
Menurutnya, yang semula untuk beraktivitas mengalami kendala dengan adanya peralatan akan memudahkan dan mendorong semangat serta kemandirian beraktivitas maupuh berkarya.
“Saya seorang seniman selama ini ya terbatas gerak saya. Kursi roda belum punya jadi selama ini kalau mau pergi-pergi pinjem. Alhamdulillah ada perhatian bagi kami dari pemerintah. Terima kasih sekali,” ucap Supama.
Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mobilitas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berkarya, bersosialisasi, dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
