Peristiwa
Pria Asal Dadapayu Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Belakang Rumah
Semanu, (pidjar.com)–Lagi dan lagi, peristiwa tragis terjadi di Gunungkidul. Warga Padukuhan Kauman, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu, digegerkan dengan ditemukannya YS (32) gantung diri di kandang belakang rumahnya, Selasa (31/3/2026) pagi. Dalam 2 hari ini, sudah ada 3 warga Gunungkidul yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
Kapolsek Semanu AKP Pudjijono mengungkapkan, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh saksi Karmanto sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, korban sempat berpamitan untuk berangkat kerja ke Jogja pada pukul 08.00 WIB.
“Selang satu jam, saksi (Karmanto) melihat sepeda motor korban masih berada di rumah. Karena merasa janggal, saksi kemudian menuju belakang rumah,” ujar AKP Pudjijono.
Saat berada di sekitar kandang, Karmanto sempat melihat korban berdiri di atas kandang dan mengira hanya sedang bermain ponsel. Untuk memastikan, saksi mengajak seorang warga lain mendekat.
“Setelah didekati, korban ternyata dalam kondisi gantung diri. Keduanya saksi ini kemudian memberanikan diri untuk mengecek kondisinya ternyata dia (YS) sudah tidak bernyawa,” jelasnya.
Saksi kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Semanu bersama Bhabinkamtibmas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Dari hasil pemeriksaan, korban mengakhiri hidup menggunakan kaos warna pink sebagai alat gantung diri. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain bekas jeratan di leher.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar satu jam sebelum ditemukan,” tambah Kapolsek.
Lebih lanjut, AKP Pudjijono menyebutkan bahwa dugaan sementara motif tindakan tersebut berkaitan dengan persoalan ekonomi yang dialami korban.
Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi sekitar. Belum diketahui secara pasti motif korban nekat melakukan gantung diri.
“Kami mengimbau warga untuk tidak menutup diri. Jika ada permasalahan, terutama terkait ekonomi atau tekanan hidup, sebaiknya dikomunikasikan dengan keluarga atau lingkungan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kepedulian sosial dan peran aktif masyarakat sangat penting untuk mencegah kejadian serupa agar tidak kembali terjadi di wilayah Gunungkidul.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya7 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
