Connect with us

Pemerintahan

Tunggu Instruksi Pemerintah Pusat, Pemkab Gunungkidul Kaji Perekrutan Pegawai Melalui Skema PPPK

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dalam waktu dekat ini, pemerintah pusat akan melakukan proses rekruitmen untuk posisi pegawai pemerintah dengan perjanjian khusus (PPPK). Kebijakan ini diambil sebagai upaya penyelesaian terkait masih banyaknya tenaga honorer di setiap wilayah yang tidak bisa masuk dalam CPNS akibat terganjal sejumlah persyaratan. Namun demikian, dari pemerintah pusat sendiri hingga saat ini masih melakukan upaya penyesuaian dan koordinasi.

Tentu keputusan pengangkatan PPPK ini disambut baik oleh pemerintah di seluruh daerah. Sebagai upaya agar tidak ada lagi polemik yang timbul dan pemerataan kesejahteraan bagi semua pegawai di lingkup pemerintah kabupaten/kota. Beberapa daerah pun sudah mulai melakukan ancang-ancang persiapan jika nantinya rencana ini bisa segera dilaksanakan.

Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, Sigit Purwanto mengungkapkan, pihaknya masih menunggu regulasi pengangkatan PPPK dari pemerintah pusat. Jika sekiranya regulasi itu telah diumumkan dan turun di daerah, pihaknya tentu akan segera melakukan tindak lanjut mengingat selama ini masih ada banyak formasi jabatan yang kosong.

Berita Lainnya  Tekan Angka Kecelakaan di Jalur Tengkorak, Jalan Wonosari-Patuk Akan Dibuat 4 Lajur

“Kita masih tunggu bagaimana kebijakan pemerintah itu. Diaturnya seperti apa dan bagaimana penerapannya,” kata Sigit Purwanto, Rabu (16/01/2019).

Disinggung mengenai formasi apa saja yang nantinya akan dipersiapkan jika PPPK ini diterapkan di Gunungkidul, Sigit belum dapat mengutarakan secara pasti. Pasalnya penyusunan formasi melalui e-formasi dan jumlah kebutuhan yang dibutuhkan masih belum diketahui secara pasti. Dengan demikian, pihaknya masih belum bisa menentukan langkah jika nantinya PPPK benar-benar diterapkan.

“Kebutuhannya berapa dan nanti formasinya apa saja kan belum tahu. Jadi ya tetap menunggu, dari pusat dulu,” imbuh dia.

Sebagaimana diketahui, tahun 2018 pemerintah kabupaten Gunungkidul memiliki kuota CPNS sebanyak 434 formasi. Namun dari jumlah tersebut baru terisi 388 posisi, sehingga masih memiliki sisa kuota sebanyak 46 yang belum terisi. Apakah sisa kuota itu akan diisi dengan menggunakan PPPK atau dengan sistem lain belum diketahui secara pasti.

Berita Lainnya  Siap Dibahas, UMK Gunungkidul Diupayakan Naik 8 Persen

Terlebih selama beberapa tahun tidak adanya pengangkatan CPNS, Gunungkidul kekurangan pegawai negeri sipil di beberapa bidang. Jumlah terbanyak berada pada bidang pendidikan dan kesehatan. Tentu hal ini yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk dapat segera diselesaikan sehingga pelayanan terhadap masyarakat bisa berlangsung maksimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rosyid menambahkan, jajarannya saat ini tengah melakukan pendataan berkaitan dengan jumlah tenaga honorer di lingkup bidang pendidikan. Hal ini sehubungan dengan adanya instruksi Kemendikbud dan berkaitan dengan PPPK. Namun demikian, pihaknya juga belum mengetahui secara pasti rencana tersebut akan diterapkan seperti apa.

“Tentu program dari pemerintah pusat itu telah dilakukan pengkajian dan tidak sembarangan. Apapun jika ada nilai positifnya dan mampu menanggulangi permasalahan di daerah tentu akan didukung,” tutur dia.

Bedasarkan data yang ada di Disdik, terdapat 722 guru tidak tetap di lingkup sekolah dasar. Kemudian ditambah lagi dengan GTT di SMP dan PTT lainnya dengan total secara keseluruhan terdapat 1.200 orang. CPNS yang dilakukan kemarin tentunya belum mampu menanggulangi permasalahan pengangkatan pegawai negeri dan tenaga honorer yang ada.

Berita Lainnya  Edarkan Daging Oplosan Mengandung Babi, Dua Pedagang di Pasar Argosari dan Pasar Playen Diamankan Polisi

Pengangkatan PPPK tentu diharapkan menjadi sebuah solusi untuk memberikan jaminan peningkatan kesejahteraan pada para tenaga honorer yang ada. Pasalnya selama ini para tenaga honorer selama ini seringkali merasa kesejahteraannya dari kata tercukupi.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler