event
19 Tahun Berkarya, Jossie Lepas Album We Don’t Lie Like A Referee
Jogja,(pidjar.com)–Setelah menanti hampir dua dekade, band melodic punk kebanggaan Jogja, Jossie, resmi menandai babak baru perjalanan musik mereka. Tepat pada Jumat, 6 Februari 2026, Jossie merilis album studio kedua yang bertajuk We Don’t Lie Like A Referee.
Album ini bukan sekadar koleksi lagu baru, melainkan sebuah katarsis emosional. Menghabiskan 19 tahun di kancah musik independen, Jossie menuangkan akumulasi kekecewaan, kemarahan, hingga rasa syukur ke dalam delapan trek yang solid dan matang.
Berbeda dengan karya-karya sebelumnya yang kental dengan nuansa pop punk konvensional, kali ini Jossie memilih untuk keluar dari zona nyaman. Diproduseri oleh Momo Biru (ZIMA/Captain Jack Reunion), album ini hadir dengan aransemen yang lebih segar dan berani.
“Kami menolak kepura-puraan objektivitas dan memilih kejujuran mentah, meskipun itu tidak selalu nyaman untuk didengar,” tegas Angga Rahafta, vokalis sekaligus gitaris Jossie (6/2/26).
Judul album ini menjadi metafora tajam tentang integritas. Jossie mengangkat tema sinis mengenai kerapuhan kepercayaan di lingkungan sosial dan pertemanan. Lirik yang lugas dan “apa adanya” menjadi senjata utama mereka untuk terhubung dengan pendengar.

Adapun lagu dalam album antara lain A New Battle (Intro), Ambil Alih Kendali, Sampah Sudut Kota, Taring (Feat. Marselyanto), Mati Berkali-Kali, Pengendara Gelombang, Sometimes (Single Andalan), Hujan Di Hari Minggu (Remastered).
Menurut Angga Rahafta dan Erindra Mukti single utama, “Sometimes”, dipilih karena karakternya yang easy listening.
“Lagu ini bercerita tentang proses pendewasaan sebuah upaya berdamai dengan masa lalu setelah melewati berbagai benturan hidup,”tambah Angga.
Secara visual, Jossie tampil dengan konsep yang filosofis. Dominasi warna ungu pada artwork dipilih untuk melambangkan perpaduan antara ketenangan batin dan gejolak emosi yang meledak-ledak. Kehadiran bunga Daisy Marguerite menambah kesan misterius sekaligus melambangkan kebijaksanaan yang didapat dari pengalaman.
Visual apik ini lahir dari tangan dingin kolaborator kreatif lokal Jeffry Alfian Dika (Fotografer & Konseptor), Deni Adit (Penata Busana), dan Jandon Banyu (Artwork Creator).
“Kami berusaha meramu lirik yang jujur agar pesan ini bisa relate ke pendengar yang mungkin sedang merasakan perjuangan yang sama,” tutup Erindra Mukti, drummer Jossie. (Rosa)
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
