Info Ringan
Sinau Aksara Jawa di Setu Sinau, Peserta Antusias Ikuti Pembelajaran
Jogja,(pidjar.com)–Kegiatan Sinau Aksara Jawa dalam program Setu Sinau yang digelar di trotoar depan Benteng Vredeburg, Sabtu (1/8/2026), berlangsung meriah. Area belajar dipenuhi peserta dari berbagai kalangan yang berjejal sejak kegiatan dimulai. Antusiasme mereka terlihat dari semangat mengikuti setiap sesi pembelajaran yang menghadirkan RM Drasthya Wironegoro sebagai instruktur utama, didampingi abdi dalem Kapujanggan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Taufiq Hakim.
Peserta yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa tidak hanya belajar membaca dan menulis aksara Jawa. Mereka juga diajak memahami sejarah, filosofi, serta penerapan aksara Jawa di tengah perkembangan teknologi digital. Materi disampaikan dengan pendekatan yang ringan dan interaktif sehingga mudah dipahami.
Kegiatan ini tidak hanya diikuti peserta yang telah mendaftar sebelumnya, tetapi juga wisatawan dan pengunjung kawasan Malioboro yang bergabung secara spontan. Sejumlah orang yang semula hanya melintas tampak berhenti untuk menyaksikan jalannya kegiatan, kemudian ikut duduk bersama peserta lain mengikuti pembelajaran di ruang terbuka.
Setiap Sabtu pagi, kawasan Malioboro menjadi ruang belajar budaya melalui penyelenggaraan Setu Sinau. Selain pembelajaran aksara Jawa, program ini juga menghadirkan berbagai aktivitas budaya yang melibatkan komunitas dan masyarakat umum.

RM Drasthya Wironegoro merupakan wayah dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X. Selain aktif di lingkungan Keraton Yogyakarta, ia juga menjabat sebagai pengurus Bidang Seni, Budaya, dan Keistimewaan Karang Taruna Kota Yogyakarta.
Menurut Drasthya, pembelajaran aksara Jawa perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
“Saya berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari aksara Jawa. Bagi saya, aksara Jawa bukan sekadar tulisan, tetapi bagian dari identitas dan warisan budaya yang harus terus hidup,” ujar Drasthya.
Ia juga ingin agar kegiatan seperti Setu Sinau dapat terus menjadi ruang belajar budaya yang terbuka, menyenangkan, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk ikut melestarikan aksara Jawa.
Ketua Karang Taruna Kota Yogyakarta, Yuliantono, mengapresiasi penyelenggaraan Setu Sinau dan menyatakan kesiapan organisasinya untuk terus berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta.
Menurut dia, Setu Sinau memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mempelajari budaya secara langsung melalui pendekatan yang menyenangkan dan mudah diakses oleh berbagai kalangan.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menyambut baik kolaborasi dengan Karang Taruna Kota Yogyakarta dalam penyelenggaraan Setu Sinau.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkelanjutan. Tanpa kolaborasi, kita tidak bisa menghadirkan aktivitas-aktivitas yang lebih baik untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Yetti, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Ia menilai kehadiran RM Drasthya Wironegoro sebagai narasumber dalam Sinau Aksara Jawa mencerminkan sinergi Keraton Yogyakarta terhadap upaya pelestarian budaya yang dilakukan bersama pemerintah dan masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut, menurutnya, program-program kebudayaan akan semakin kuat dan berkelanjutan.
“Kalau ingin berjalan cepat kita bisa berjalan sendiri. Tetapi kalau ingin berjalan jauh, bergotong royong, dan berkelanjutan, maka kita harus berkolaborasi dan berjalan bersama,” tambahnya.
Melalui Sinau Aksara Jawa, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai aksara tradisional, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur. Antusiasme peserta dari berbagai latar belakang, termasuk wisatawan yang sedang berkunjung ke Malioboro, menunjukkan pembelajaran budaya tetap memiliki daya tarik di tengah perkembangan zaman.
Dengan konsep terbuka dan melibatkan berbagai komunitas, Setu Sinau diharapkan terus menjadi ruang belajar budaya yang inklusif sekaligus mendorong semakin banyak generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya Jawa.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
