Connect with us

seni

Menikmati Karya Ayu, Gadis Tuna Rungu Yang Menjelma Jadi Seniman Masyur

Diterbitkan

pada

Karangmojo,(pidjar.com)–Wanita gigih yang tak mau menyerah oleh keadaan. Mungkin kata-kata ini yang paling pas untuk menggambarkan sosok Rofitasari Rahayu (29), warga Padukuhan Grogol V, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul. Sejak usia dini, ia memiliki keterbatasan fisik yaitu tunarungu dan tunawicara. Namun di balik hal tersebut, ia dikaruniai oleh Tuhan bakat seni yang luar biasa.

Sejak kecil, Rofita memiliki hobi menggambar. Gabungan ketekunan dan bakat alami sendiri kemudian seiring berjalannya waktu berhasil diasahnya menjadi ratusan karya lukisan. Saat ini, karya lukisannya sudah laku keras di pasaran. Tak hanya itu, ia juga banyak mendapatkan pesanan dari pejabat maupun pengusaha untuk membuat lukisan khusus.

Rofita sendiri juga menjadi perajin wayang sodo atau lidi. Ia bahkan dinobatkan sebagai salah satu pelestari pembuat wayang sodo di Gunungkidul setelah Mbah Marsono Bejiharjo.

Ibu Rofitasari Rahayu atau yang sering disapa Ayu, Ngadinem menceritakan, awal mula putrinya tersebut memiliki keterampilan membuat wayang sodo muncul sekitar tahun 2018 lalu. Saat itu, Ayu tak sengaja bertemu dengan Mbah Marsono yang merupakan pembuat serta dalang wayang sodo di Bejiharjo.

Berita Lainnya  Gigih di Tengah Keterbatasan, Seniman Ini Sulap Limbah Kayu Jadi Media Lukis

Ayu melihat Mbah Marsono membuat berbagai karakter wayang menggunakan sodo atau lidi dan kemudian menirukannya. Tenyata tak butuh waktu lama bagi Ayu untuk membuat pola awal dan berhasil.

Melihat bakat Ayu, Mbah Marsono pun menawari untuk Ayu mendalami seni tersebut. Ternyata gadis tersebut menyetujuinya dan hampir setiap hari mengasah kemampuannya membuat wayang sodo.

“Selama 3 bulan dia tekun belajar bersama Mbah Marsono, diantar jemput oleh beliau sendiri. Alhamdulillah setelah mahir kemudian dilepas untuk membuat sendiri di rumah,” kata Ngadinem.

Menurutnya, Ayu mendapatkan amanat dari untuk terus melanjutkan melestarikan pembuatan wayang sodo seperti yang dilakukan Mbah Marsono selama puluhan tahun ini. Sejak saat itulah, hari-hari Ayu kemudian diisi dengan membuat wayang sodo.

Berita Lainnya  3 Warga Gunungkidul Meninggal Akibat Leptospirosis

“Kami sangat bersyukur atas keterampilan yang dimiliki Ayu ini. Karya wayang sodonya sudah banyak diketahui orang dan sering mendapatkan pesanan,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu bahkan Ayu sering memberi pelatihan pembuatan wayang lidi. Bukan hanya untuk warga lokal, melainkan untuk mahasiswa luar daerah, wisatawan, bhayangkari dan warga yang ingin brlajar membuat wayang sodo.

Tak hanya itu, skill seni lukisnya juga terus diasah. Ayu memiliki pendamping tersendiri dalam melukis. Puluhan karyanya sudah laku di pasaran hingga dibeli oleh kalangan pejabat hingga pengusaha, baik dari dalam maupun luar Gunungkidul. Pejabat yang pernah memesan karya wayang Sodo buatan Ayu adalah Kapolda DIY.

Di rumah sederhananya, terdapat satu lukisan yang sangat menarik. Sebuah lukisan berukuran besar bagian atas gambar burung Garuda, kemudian di bawahnya merupakan gambar Presiden-presiden Indonesia dan beberapa Wakil Presiden.

Berita Lainnya  Seniman Wimaldy Akbar: Pohon Menjadi Cermin Refleksi

Diantaranya Joko Widodo, Gus Dur, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono, BJ. Habibie, Soekarno. Para tokoh tersebut dilukis Ayu dengan karakteristik masing-masing. Lukisan tersebut seolah menggambarkan estafet kepemimpinan di Indonesia.

“Lukisan ini dibuat sebelum Pemilihan Presiden lalu, ya menceritakan siapa pemimpin selanjutnya makanya itu ada yang mukanya belum terlihat. Yang bawah ini Gus Dur, pose tubuhnya ini meniru tetangga dan wajahnya diubah menggunakan wajah Gusdur,” kata Eri Saktiawan, pendamping Seni Rupa Ayu.

Eri menjelaskan, selama ini karya-karya Ayu sering diikutkan dalam pameran baik bertaraf daerah, nasional, hingga internasional. Respon pencinta lukisan terhadap karya Ayu pun juga tinggi.

“Kalau untuk pesanan-pesanan gitu juga sudah ada. Biasanya untuk cinderamata pisah sambut pejabat kepolisian seperti itu atau pesanan pribadi. Dulu ada yang dibeli orang Jerman juga,” pungkasnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata5 hari yang lalu

Kunjungan Terus Meningkat, Pemkab Naikkan Target PAD Wisata Jadi Rp63,2 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun 2026 menjadi...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Berita Terpopuler