Uncategorized
Akhirnya Terungkap, Polisi Tangkap Pelaku Pembuangan Bayi di Semin
Wonosari, (pidjar.com)–Polisi mengungkap kasus pembuangan bayi di Padukuhan Kemejing 1, Kalurahan Kemejing, Kapanewon Semin yang terjadi sejak beberapa waktu silam. Kasus tersebut terungkap setelah polisi menemukan bercak darah di rumah perempuan berinisial JM (34), yang lokasinya hanya sekitar 50 meter dari tempat bayi ditemukan.
Kanit Reskrim Polsek Semin Aiptu Irianto mengatakan, bercak darah tersebut ditemukan saat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Temuan itu kemudian dicocokkan dengan keterangan saksi yang sebelumnya mengamankan bayi.
“Dari situ kita sinkronkan dengan saksi yang mengamankan bayi, rutenya beda arah (saat pembuangan dan pulang),” kata Irianto, Selasa (1/9/2026).
Polisi kemudian mendalami keberadaan JM. Dari hasil pemeriksaan, JM mengakui bayi laki-laki yang ditemukan warga tersebut merupakan anak ketiganya.
Bayi itu ternyata dilahirkan sendiri oleh JM di sebuah kamar kosong di rumahnya. Persalinan tersebut dilakukan tanpa bantuan dokter maupun bidan.
“Jadi suaminya tidak tahu istrinya hamil, tetangganya juga. Pelaku setiap hari menggunakan pakaian agak besar,” ujarnya.
Polisi juga menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan proses persalinan, termasuk batu yang terdapat bercak darah serta pakaian.
Kondisi tersebut bukan kali pertama dialami JM. Anak keduanya juga disebut lahir tanpa bantuan tenaga medis. Saat itu JM melahirkan sendiri di kamar mandi.
“Anak pertama lahir normal melalui bidan, kedua sama seperti ketiga ini tidak diketahui suaminya,” jelasnya.
Sementara itu, suami JM diketahui bekerja serabutan. Polisi menyebut sang suami juga pernah mengalami gegar otak akibat terjatuh sehingga mengalami sedikit gangguan ingatan.
Polisi menyebut JM membuang bayi tersebut karena khawatir tidak mampu memenuhi kebutuhan anak. JM sendiri sehari-hari merupakan ibu rumah tangga.
“Alasannya takut tidak bisa membiayai, anaknya termasuk ini tiga,” kata Irianto.
JM kemudian diamankan polisi pada 27 Agustus 2026 dan ditetapkan sebagai tersangka sehari setelahnya.
Atas perbuatannya, JM dijerat dugaan tindak pidana penelantaran anak. Polisi menerapkan Pasal 77 huruf B juncto Pasal 76 huruf B UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 430 juncto Pasal 429 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Sementara itu, bayi tersebut kini telah mendapatkan perawatan. Kapolsek Semin AKP Aris Sugiyanto mengatakan bayi itu sementara dititipkan di sebuah panti asuhan di Karangmojo.
Di sisi lain, suami JM disebut ingin mengasuh dan membesarkan bayi tersebut.
“Suaminya ingin mengasuh anak dan membesarkan,” kata Aris.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized1 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
