Uncategorized
Puncak Musim Kemarau September, Masyarakat Terdampak Diminta Gunakan Air Secara Bijak
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, puncak kemarau tahun 2021 ini terjadi pada bulan September mendatang. Berkaitan dengan hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul tetap berupaya mencukupi kebutuhan air warga dengan sistem dropping air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, menyampaikan, menghadapi puncak musim kemarau ini, masyarakat diminta harus semakin bijak dalam menggunakan air, khususnya untuk warga yang berada di wilayah terdampak krisis air. Pembaruan pendataan sendiri terus dilakukan BPBD Gunungkidul untuk mengetahui perkembangan wilayah yang mengalami krisis air di Bumi Handayani. Langkah ini memang harus dilakukan agar nantinya, pemerataan serta akurasi distribusi bantuan bisa dioptimalkan.
“Koordinasi dan evaluasi ke seluruh Pemerintah Kapanewon tetap dilakukan secara intens,” ungkap Edy, Senin (30/08/2021) siang.
Merujuk data BPBD per tanggal 29 Agustus 2021, terdapat 127.404 jiwa yang tersebar di 64 Kalurahan yang diprediksi mengalami krisis air bersih. Selain itu, Bupati Gunungkidul telah mengeluarkan Surat Keputusan Status Siaga Darurat Tahun 2021 2 Juni 2021 Nomor 184 / KPTS / 2021 sebagai tanggap bencana yang tiap tahun melanda Gunungkidul ini.
“Ada 10 Kapanewon yang mengajukan droping yaitu Girisubo, Rongkop, Paliyan, Tepus, Panggang, Semin, Tanjungsari, Wonosari, Patuk, dan Saptosari,” imbuhnya.
Dari sepuluh Kapanewon yang telah mengajukan distribusi air bersih, terdapat 99.559 jiwa yang tersebar di 40 Kalurahan yang telah terdampak krisis air bersih. Edy melaporkan, Kapanewon dengan distribusi air bersih tertinggi yaitu Kapanewon Girisubo dengan 448 Rit, disusul Kapanewon Rongkop dengan 320 Rit, dan yang paling rendah berada di Kapanewon Ponjong dengan 4 Rit.
“Data terbaru ada 1.360 tangki air yang berasal dari BPBD Gunungkidul tersalurkan ke masyarakat terdampak,” ucap Edy.
Setiap harinya, lima armada truk tangki dikerahkan BPBD Gunungkidul untuk mengantar air bersih kepada masyarakat dengan target 20 tangki tiap harinya. Pada tahun ini, BPBD Gunungkidul mendapatkan anggaran sebesar Rp. 700 juta dan ditargetkan menyalurkan sebanyak 2.200 tangki air bersih.
Lebih lanjut, Edy menyampaikan jika pada puncak musim kemarau ini, biasanya warga terdampak akan semakin banyak yang berimbas pada permintaan distribusi air bersih yang semakin meningkat. Ia mengajak masyarakat agar menggunakan air dengan sewajarnya agar tidak terbuang percuma.
-
Uncategorized1 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized21 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized1 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
