Pemerintahan
Koperasi Gunungkidul Didominasi Jenis Simpan Pinjam
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Setelah dihantam pandemi sekitar 2 tahun ini, berdampak kepada perekonomian warga masyarakat. Tak jarang sejumlah sektor usaha harus terdampak pandemi yang mengakibatkan adanya pembatasan kegiatan masyarakat ini. Pasca pandemi di mana situasi penyebaran covid19 mulai terkendali, salah satu yang menjadi prioritas pemerintah adalah pemulihan sektor perekonomian.
Berkaitan dengan pemulihan ini, keberadaan koperasi diharapkan dapat berperan banyak. Sektor ini memang banyak langsung berhubungan dengan masyarakat. Namun begitu, Koperasi saat ini juga harus dihadapkan dengan berbagai tantangan, khususnya dalam hal adaptasi dengan kemajuan zaman maupun persaingan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, UKM Dan Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengungkapkan, dalam perkembangan revolusi industri 4.0 ini, koperasi memiliki tantangan tersendiri dalam digitalisasi serta sistem ekonomi. Menurutnya dengan semakin berkembangnya dunia, koperasi pun dituntut untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta lebih aktif dan kreatif dalam menjalankan usahanya.
“Peringatan Hari Koperasi ke-75 ini juga menjadi pekerjaan agar keberadaan koperasi berkontribusi dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi,” ucap Kelik, Selasa (12/07/2022).
Ia menambahkan, di Gunungkidul sendiri terdapat 277 koperasi yang telah terbentuk. Dari jumlah ini, 239 diantaranya merupakan koperasi konvensional dan 38 berwujud koperasi syariah. Pihaknya pun terus mendukung pemulihan ekonomi melalui penguatan koperasi di Gunungkidul ini.
Kelik menambahkan, di Gunungkidul sendiri, koperasi terbanyak yang beroperasi dan terbentuk didominasi oleh jenis Koperasi Simpan Pinjam. Sementara untuk jenis koperasi lainnya tidak terlalu banyak.
“Jenis Koperasi yang paling banyak itu bergerak di sektor simpan pinjam ada 126 unit, sedangkan paling sedikit ada di sektor pemasaran sebanyak 3 unit,” imbuhnya.
Untuk memperkuat posisi koperasi dalam pemulihan ekonomi, sejumlah program pun telah disusun. Diantaranya seperti penguatan akses ekonomi koperasi, digitalisasi koperasi, penguatan pengawasan koperasi, serta pendidikan pelatihan dan pendampingan koperasi. Ia berharap agar koperasi dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman sehingga dapat meningkatkan jangkauan yang akan berhilir pada peningkatan serta pemulihan ekonomi.
“Sesuai tema di peringatan hari koperasi tahun ini harapannya koperasi bisa bertranformasi untuk ekonomi yang berkelanjutan,” tutupnya.
-
Uncategorized1 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized19 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized23 jam yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
