Sosial
YAKKUM Gelar Seminar Kolaborasi Lintas Sektor
Jogja,(pidjar.com)–Pusat Rehabilitasi YAKKUM berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) dan berbagai organisasi masyarakat sipil dan akademisi seperti LAKI dan Rumpun Nurani, UMY, tenaga kesehatan, serta komunitas anak muda untuk menyelenggarakan serangkaian kegiatan bertajuk “Kesehatan Mental bagi Generasi Muda: Akses, Kesadaran, dan Harapan.” Kegiatan ini juga dalam rangka Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia yang jatuh setiap tanggal 10 Oktober.
Kegiatan pameran dan kampanye kesehatan ini melibatkan kurang lebih 100 peserta yang berasal dari perwakilan kepala dinas pemerintah DIY, kepala sekolah menengah atas di DIY, siswa/i SMA di DIY, dan komunitas yang bergerak di isu kesehatan mental di DIY. Sebuah momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun kesadaran publik dan memastikan layanan kesehatan mental dapat diakses secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya pada generasi muda.
Melalui Sambutan Gubernur DIY yang dibacakan oleh Sukamto selaku Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Pemda DIY menegaskan pentingnya kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan pemerintah, tenaga kesehatan, Organisasi Masyarakat Sipil, keluarga, dan komunitas untuk menciptakan sistem dukungan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

“Disinilah pendekatan teknokratis yang bijak diperlukan. Sebuah tata kelola yang didasarkan pada data, terukur, dan berkelanjutan. Pemerintah bertugas menyediakan infrastruktur fisik dan sosial, fasilitas kesehatan, rehabilitasi, dan perlindungan hak, bagi mereka yang paling rentan, termasuk mereka yang tak memiliki keluarga. Mari jadikan momen ini sebagai titik tolak kolektif untuk membangun sebuah ekosistem kesehatan mental DIY yang lebih resilien, integratif, dan berkelanjutan,” Sukamto (9/10/25).
Ia melanjutkan kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mengatasi permasalahan di masyarakat baik karena masalah ekonomi, sosial dan lainnya.
“Di masyarakat sudah dibentuk pendamping dengan penanganan dari instansi pemerintah dan secara mandiri dilakukan masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah, instansi swasta seperti YAKKUM, insyaAllah permasalahan kesehatan mental bisa teratasi,”tambahnya.
Muhammad Rafli, Program Officer ASIK, Pusat Rehabilitasi YAKKUM menambahkan kesehatan mental adalah bicara versi terbaik dari diri.
” Di YAKKUM, kami ada Program ASIK yang berfokus di upaya preventif dan promotif. Kita lihat ada trend yang terjadi pada anak muda. Salah satunya kurangnya ruang diskusi dan saling mendengarkan ditingkat sekolah dan mahasiswa. Upaya itu yang coba kami fasilitasi melalui program ASIK. Ada trend anak muda melakukan self diagnose, nah ini juga yang kita coba pelan-pelan edukasi untuk teman-teman ketika mereka merasa tidak baik-baik saya, banyak ruang-ruang untuk mereka bisa akses ke psikolog di puskesmas misalnya. Teman-teman muda cuma butuh diedukasi, dan didekati. Ketika mereka sudah terbuka utnuk cerita, kasus itu bisa kita hilangkan,”ujar Rafli.
Prof. Dr. Ryuhei Sano, Hosei University Japan menuturkan di Jepang, ada 9,2% Orang dengan Disabilitas Psikososial (OODP) dari total populasi penduduk. Topik kesehatan mental sedang menjadi isu yang banyak diperbincangkan di Jepang, terutama di universitas.
“Di Jepang banyak mahasiswa stres ketika cari pekerjaan karena saingannya ketat. Sehingga universitas membantu mahasiswa untuk mendapatkan lowongan kerja bagi mereka yang bertujuan untuk mengurangi tingkat stress mereka,”ujar Ryuhei. (Rosa)
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
