Uncategorized
Petani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
Playen,(pidjar.com)–Seorang petani bernama Sudari (64), warga Padukuhan Bleberan RT 23/RW 04, Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, ditemukan meninggal dunia di ladang miliknya pada Kamis (13/8/2026) pagi. Diduga, petani lansia ini mengalami serangan jantung mendadak ketika berladang.
Kapolsek Playen AKP Sofyan Susanto menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 08.15 WIB ketika seorang warga yang menjadi saksi melihat korban sedang melakukan aktivitas mencangkul di ladang.
“Menurut keterangan saksi, saat itu korban masih terlihat mencangkul di ladang. Tidak lama kemudian korban tiba-tiba jatuh tersungkur,” kata AKP Sofyan Susanto.
Melihat kejadian tersebut, saksi kemudian memberitahukan kepada warga sekitar. Informasi selanjutnya diteruskan kepada perangkat kalurahan dan Puskesmas Playen 2 untuk mendapatkan penanganan.
“Setelah korban jatuh, saksi meminta bantuan warga dan menghubungi perangkat desa serta Puskesmas Playen 2. Petugas medis kemudian datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Playen 2 yang dilakukan oleh dr. Yunita Purwaningsih, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Pada pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Tidak terdapat darah yang keluar dari tubuh korban maupun tanda lain yang mengarah pada adanya kekerasan,” terang Kapolsek.
Selain itu, kondisi tubuh korban saat diperiksa masih dalam keadaan hangat dan belum mengalami kekakuan. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, korban diperkirakan telah meninggal dunia kurang dari satu jam sebelum dilakukan pemeriksaan.
“Ketika diperiksa, kondisi tubuh korban masih hangat dan belum kaku. Dari pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia kurang dari satu jam,” ungkap AKP Sofyan.
Sementara itu, berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi dan pembengkakan jantung. Kondisi kesehatan tersebut menjadi salah satu dugaan penyebab korban tiba-tiba terjatuh dan meninggal dunia saat sedang beraktivitas di ladang.
“Menurut keterangan anak korban, Saudari Lilis, korban memang memiliki riwayat hipertensi dan pembengkakan jantung. Dari kondisi tersebut, korban diperkirakan meninggal dunia karena serangan jantung,” jelasnya.
Kapolsek menambahkan, dari hasil pemeriksaan di lokasi maupun pemeriksaan medis tidak ditemukan indikasi adanya tindak kekerasan maupun dugaan tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
“Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah. Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas AKP Sofyan Susanto.
Peristiwa tersebut kemudian ditangani sesuai prosedur oleh pihak kepolisian bersama tenaga medis dan pemerintah kalurahan setempat.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized1 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
