event
15 SMK Melenggang ke Final Olimpiade Jaringan MikroTik 2025 di Yogyakarta
Jogja,(pidjar.com)–Kompetisi jaringan komputer untuk pelajar SMK di Indonesia, Olimpiade Jaringan MikroTik (OJM) 2025 kini memasuki tahap final. Setelah melewati babak penyisihan, sebanyak 15 SMK terbaik siap bertanding di Yogyakarta untuk memperebutkan gelar juara Olimpiade Mikrotik Jaringan 2025.
OJM sendiri diselenggarakan oleh PT Citraweb Solusi Teknologi bekerja sama dengan MikroTik Latvia. Sejak pertama kali digelar pada tahun 2016, OJM menjadi ajang pembuktian kemampuan dan kreativitas siswa SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), serta Sistem Informasi Jaringan dan Aplikasi (SIJA) dalam bidang teknologi jaringan.
Babak penyisihan OJM 2025 dilakukan dalam 3 tahap; yang pertama tes tertulis online mengenai pemahaman konsep dasar jaringan komputer, routing, firewall, dan troubleshooting. Dari total 481 sekolah yang mengikuti hanya 80 sekolah yang berhasil lolos.
Tahap kedua adalah pembuatan video tutorial bertema MikroTik Advanced Traffic Control yang bertujuan untuk menguji kemampuan peserta dalam memecahkan persoalan jaringan di lapangan. Pada tahap ini OJM menyaring 30 sekolah yang lanjut ke tahap ketiga.
Tahap terakhir dari babak penyisihan ini adalah wawancara, di mana peserta mempresentasikan pemahaman mereka mengenai praktik MikroTik jaringan dan kemampuan komunikasi teknis. Adapun 15 sekolah finalis yang berhasil melalui proses seleksi ketat ini adalah:
1. SMK Labor Binaan FKIP UNRI Pekanbaru, Riau
2. SMK Negeri 7 Jakarta, DKI Jakarta
3. SMK Negeri 4 Jakarta, DKI Jakarta
4. SMK Negeri 1 Kota Bekasi, Jawa Barat
5. SMK Negeri 2 Depok, Jawa Barat
6. SMK Negeri 1 Lemahabang, Jawa Barat
7. SMK Negeri 1 Kutasari, Jawa Tengah
8. SMK Negeri 2 Depok, DIY
9. SMK Yapalis Krian, Jawa Timur
10. SMK Kristen Petra Surabaya, Jawa Timur
11. SMK Negeri 1 Nglegok, Jawa Timur
12. SMK Negeri 1 Tenggarong, Kalimantan Timur
13. SMK Negeri 1 Denpasar, Bali
14. SMK Negeri 3 Singaraja, Bali
15. SMK Negeri 2 Bombana, Sulawesi Tenggara
Pelaksanaan OJM 2025 kembali memunculkan beragam potensi teknis dari para peserta, dilihat dari berbagai pendekatan solusi kreatif yang dipresentasikan.
Senior Manager PT Citraweb Solusi Teknologi, Pujo Dewobroto, menyatakan bahwa tahun ini yang menarik, ada beberapa sekolah yang berani untuk menggabungkan beberapa fitur MikroTik yang sebenarnya tidak ada di konsep dan secara teknis berhasil.
“Siswa juga bisa menjelaskan, makanya kita approval. Ada juga yang mengangkat topik dari permasalahan yang ada di sekolahnya, kemudian dia menemukan solusi dengan cara konfigurasi yang bisa diterapkan. Kriteria penjurian olimpiade ini berlandaskan pada penguasaan materi tentang jaringan MikroTik, kreativitas dalam pengembangan fitur, dan implementasi solusi dalam menyelesaikan permasalahan jaringan,”kata Pujo di Citraweb (19/10/25).
Selain itu, OJM juga menerapkan skema penetapan jatah peserta lolos per wilayah di babak penyisihan ini guna mendorong pemerataan kesempatan
“OJM adalah laboratorium nyata bagi siswa SMK untuk melihat dunia industri teknologi jaringan secara langsung. Tujuannya melahirkan generasi engineer muda berkualitas yang memahami fondasi infrastruktur digital, bagaimana jaringan dibangun, diamankan, dan dioptimalkan agar bisa digunakan secara masif oleh masyarakat,”tambahnya.
Direktur PT Citraweb Solusi Teknologi, Valens Riyadi, menyatakan bahwa melalui Olimpiade ini, pihaknya ingin menanamkan semangat eksplorasi dan profesionalisme di kalangan pelajar SMK.
“Kami mencari pelajar dengan pola pikir engineer sejati yang mampu berpikir logis, bekerja dalam tim, dan menyelesaikan masalah dengan cara yang kreatif dan terukur,”kata Valens.
Ia melanjutkan babak final OJM 2025 akan dilaksanakan pada 20–24 Oktober 2025. Para siswa dan guru pendamping dari 15 sekolah yang lolos dari seluruh Indonesia akan berkumpul di PT Citraweb Solusi Teknologi, Yogyakarta.
“Rangkaian kegiatannya berupa pembekalan materi secara intensif (bootcamp) oleh trainer MikroTik bersertifikat. Topik utama pada babak final OJM 2025 adalah ‘Trafic Control’, yang meliputi DHCP (Dynamic, Host Configuration Protocol, Firewall Filter, NAT (Network Adress Translation), dan QoS (Quality of Service). Setelah ujian tertulis dan praktik, 3 sekolah terbaik melaju ke babak grand final, di mana ketiga finalis akan diuji kemampuannya,”kata dia. (Rosa)
-
Uncategorized20 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan3 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
