Peristiwa
695 Siswa di Saptosari Diduga Keracunan MBG
Saptosari,(pidjar.com) — Sebanyak 695 siswa di Kapanewon Saptosari mengalami gejala keracunan makan bergizi gratis (MBG), Rabu, (29/10/2025). Para siswa ini kemudian dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas Saptosari untuk mendapatkan penanganan.
Kepala SMPN 1 Saptosari Emi Indarti mengatakan, pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB dirinya mendapatkan informasi ada sejumlah siswa yang mengalami mual, muntah, pusing dan diare. Para siswa ini kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan pertama.
“Siswa kami dibawa ke Puskesmas ternyata disana sudah penuh siswa SMK Saptosari yang mengalami gejala sama persis, mual, muntah, pusing dan diare. Kemudian dibawa ke RSUD Saptosari” kata Emi Indarti saat ditemui di RSUD Saptosari.
Terdapar 18 siswa SMP yang dilarikan ke RSUD Saptosari. Menurutnya, para siswa ini yang mengkonsumsi MBG pada Selasa siang. Kemudian gejala yang dirasakan berbeda-beda mulai malam hingga siang tadi masih banyak yang mengeluh sakit perut.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, hasil pendataan sampai siang ini terdapat 476 siswa SMK dan 186 siswa SMP mengalami gejala keracunan. Selain itu ada 33 siswa yang tidak masuk sekolah hari ini karena mengalami hal serupa.
Selain di RSUD Saptosari, ada 30 siswa SMK Saptosari yang mendapatkan diobservasi di Puskesmas Saptosari. Pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan faskes mengenai potensi bertambahnya jumlah siswa yang mengalami gejala keracunan.
“Kami masih melakukan pemantauan baik kondisi yang diobservasi di RSUD dan Puskesmas maupun yang sudah diperbolehkan pulang. Selain itu, kami memghimbau jika ada siswa lain yang mengalamu gejala serupa segera melapor dan periksa ke faskes terdekat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih merespon cepat insiden keracunan ini. Ia memerintahkan tenaga medis hingga mobil ambulance untuk disiagakan, sehingga jika ada susulan siswa SMP dan SMK yang mengalami gejala dapat segera dilarikan ke faskes dan ditangani.
Selain mengecek kondisi para siswa yang sedang diobservasi di fasilitas kesehatan, ia bersama dengan jajaran Dinas Kesehatan, TNI dan Polri juga melakukan pengecekan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Planjan, Saptosari.
Sidak yang dilakukan mulai dari ruang penyimpanan bahan makanan, ruang packing, tempat memasak, pencucian peralatan, hingga proses pengemasan. Ada beberapa hal yang kemudian menjadi catatan dan pesan bupati kepada para staff di SPPG tersebut.
Belajar dari kejadian di Saptosari serta wilayah lainnya, Endah berpesan agar seluruh pihak tidak main-main dalam menjalankan program yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto ini.
Menurutnya, memasak juga perlu menggunakan perasaan bukan sekedar takaran saja dan menjalankan apa yang seharusnya. Kualitas bahan baku perlu diperhatikan, selain itu juga lebih teliti jika sekiranya memang bahan baku ataupun hasil masakan tidak meyakinkan dan tidak layak maka sebaiknya tidak diberikan ke penerima manfaat.
“Secara menyeluruh kami mendukung program ini, namun demikian jika di lapangan terjadi sesuatu maka sebagai kepala daerah kami tidak bisa diam saja karena ini hubungannya dengan nyawa anak-anak kita,” tegas Endah Subekti.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized6 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang laluMulai Oktober, Tujuh TPR Wisata Gunungkidul Terapkan Pembayaran Retribusi Cashless
