Connect with us

Peristiwa

Kebakaran Lahan Terus Terjadi di Gunungkidul, Sehari Sampai 2 Lokasi

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)– Musim kemarau ini tidak hanya meningkatkan ancaman kekeringan di Kabupaten Gunungkidul, tetapi juga memicu tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan. Dalam sehari ini, Senin, (03/08/2026) tterdapat 2 kali kejadian kebakaran lahan yang berada di Gunungkidul.

Anggota Damkarmat Gunungkidul, Totok Tarjana mengatakan, dalam sehari ini ada 2 kebakaran lahan yang terjadi di Gunungkidul. Yang pertama yakni berada di wilayah Siyono, Kalurahan Logandeng, Playen tepatnya di lahan seputaran Jalur Cinta sampai dengan dekat Kampus 2 SMK Muhammadiyah 1 Playen. Lahan seluas 500 meter persegi terbakar di titik ini.

Kemudian lokasi ke dua yakni siang tadi kebakaran lahan terjadi di Cangkring, Paliyan. Lahan seluas kurang lebih 1 hektar milik perhutani habis dilalap api.

“Penanganan pemadaman yang kami lakukan di lahan perhutani sekitar 1,5 jam dengan menghabiskan 4 tangki air,” kata Totok saat dikonfirmasi.

Adapun dalam penanganan yang dilakukan, petugas sedikit mengalami kendala yakni angin yang berhembus sangat kencang, kemudian di lokasi tersebut banyak sampah-sampah kering sehingga api cepat meluas.

Berdasarkan data dari UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Gunungkidul, selama kemarau ini tercatat ada 24kebakaran lahan yang terlaporkan dan ditangani oleh petugas. Sedangkan untuk kebakaran umum terhitung dari Januari terdapat kurang lebih 67 kejadian.

Berita Lainnya  Polisi Sebut Judi Ayam di Semin Merupakan Kalangan Lintas Provinsi

Kasubag TU UPT Damkarmat Kabupaten Gunungkidul, Ngadiyono mengatakan masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan kebakaran di musim kemarau ini karena kondisi vegetasi yang kering membuat api sangat mudah menjalar.

Pihaknya mencatat 24 kejadian kebakaran lahan dengan total luasan terdampak mencapai lebih dari 15 hektare.

“Sampai kemarin ada 22 dan hari ini ada 2 kejadian,” jelasnya.

Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh petugas, sebagian besar kebakaran dipicu oleh kelalaian masyarakat saat membersihkan lahan dengan cara dibakar.

“Faktor penyebab terjadinya kebakaran sebagian besar adalah unsur kelalaian warga yang membersihkan lahan dengan cara dibakar. Karena kondisi kering dan disertai hembusan angin, api kemudian menjalar, meluas, dan berpotensi membahayakan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi musim kemarau tahun ini membuat tingkat risiko kebakaran meningkat secara signifikan. Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun sehingga vegetasi dan serasah akan semakin kering.

Berita Lainnya  25 Kambing Milik Warga Sawahan Mati Mendadak

“Dimungkinkan risikonya semakin tinggi terlebih saat puncak kemarau karena prediksi BMKG kemarau tahun ini sampai dengan akhir tahun. Akibat kondisi yang kering, tingkat risiko kebakaran menjadi lebih tinggi,” tambahnya.

Masyarakat diimbau tidak membersihkan lahan mereka dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan angin kencang.

“Jangan membakar sampah sembarangan, biasakan untuk memastikan api benar-benar padam. Selain itu jangan membuang puntung rokok sembarangan terlebih saat di jalan,” jelasnya.

Sebagai upaya pencegahan, Damkarmat terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai forum dan kegiatan sosial. Petugas juga memberikan edukasi secara langsung kepada warga yang datang ke kantor pemadam kebakaran.

“Tahun ini kami juga bersama DPRD Kabupaten Gunungkidul melakukan sosialisasi penanggulangan kebakaran di enam kalurahan,” katanya.

Pemerintah berharap masyarakat lebih waspada dan segera melaporkan apabila menemukan titik api di lahan maupun kawasan hutan. Dengan meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau, pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Berita Lainnya  Gelombang Mulai Surut, Pantai Somandeng dan Watu Lawang Alami Kerusakan Terparah

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler