Uncategorized
7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
Ponjong,(pidjar.com)– Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Kali ini, lahan jati milik Sultan Ground di Padukuhan Bedoyo Kulon, Kalurahan Bedoyo, Kapanewon Ponjong, terbakar pada Selasa (1/9/2026) petang.
Ketua Regu Piket Damkarmat Pustu Karangmojo, Dhany Alfian, mengatakan kebakaran diketahui warga sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, kobaran api terlihat dari atas bukit dan kemudian dipantau oleh masyarakat.
“Lahan yang terbakar merupakan lahan jati milik Sultan Ground. Luas lahan yang terdampak diperkirakan sekitar 7 hektare,” kata Dhany.
Kondisi menjadi perhatian setelah sekitar pukul 18.50 WIB kobaran api mulai dikhawatirkan mendekati permukiman warga. Masyarakat kemudian berinisiatif menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Petugas Damkarmat Pustu Karangmojo bersama masyarakat langsung melakukan upaya pemadaman. Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.45 WIB.
“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.45 WIB. Untuk penyebab kebakaran sampai saat ini belum diketahui secara pasti,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala TU UPT Damkarmat Gunungkidul, Ngadiyono, mengatakan potensi kebakaran lahan masih cukup tinggi selama musim kemarau. Kondisi lahan yang kering serta vegetasi yang mudah terbakar membuat api berpotensi cepat meluas.
Menurutnya, kawasan perbukitan dan lahan yang ditumbuhi tanaman jati perlu mendapat perhatian lebih. Terlebih, apabila terjadi kebakaran, api dapat dengan cepat merambat melalui vegetasi dan material kering yang ada di sekitar lokasi.
“Potensi kejadian kebakaran lahan masih cukup tinggi selama musim kemarau. Kondisi kering dan vegetasi yang mudah terbakar masih berlangsung,” ujar Ngadiyono.
Ia menambahkan, Damkarmat Gunungkidul terus melakukan upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat serta penyebaran informasi dan imbauan melalui media daring.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melakukan aktivitas pembakaran sampah. Api harus dipastikan benar-benar padam sebelum warga meninggalkan lokasi.
“Kalau membakar sampah, masyarakat kami minta lebih berhati-hati dan memastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan,” pungkasnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized1 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
