Uncategorized
Adu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
Wonosari,(pidjar.com)— Kecelakaan maut melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Judodiningrat, Padukuhan Tegalsari, Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Dua pengendara tewas setelah kendaraan yang mereka kendarai bertabrakan keras.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul Ipda Sugiyanto mengatakan, kecelakaan melibatkan Yamaha Nmax AB 6857 DV yang dikendarai Mendung Kiang Santang (30), warga Baleharjo, Wonosari, dan Honda Mega Pro AB 2307 NW yang dikendarai Fery Nur Arnand (26), warga Timunsari, Hargosari, Tanjungsari.
“Untuk kecelakaan ini melibatkan dua sepeda motor, yakni Yamaha Nmax dan Honda Mega Pro,” kata Sugiyanto.
Sugiyanto menjelaskan, sebelum kecelakaan terjadi, Honda Mega Pro melaju dari arah timur atau Wukirsari menuju barat atau Tegalsari. Saat melintas di lokasi kejadian yang kondisi jalannya lurus dan datar, dari arah berlawanan datang Yamaha Nmax.
Menurut Sugiyanto, pengendara Nmax diduga tengah melakukan manuver mendahului kendaraan lain yang belum diketahui identitasnya. Saat mendahului, posisi Nmax bergerak terlalu ke kanan hingga masuk ke jalur kendaraan dari arah berlawanan.

“Pada saat mendahului kendaraan yang ada di depannya, Yamaha Nmax berjalan terlalu ke kanan,” jelasnya.
Sugiyanto mengatakan, kondisi tersebut membuat jarak kedua sepeda motor semakin dekat. Kedua pengendara kemudian tidak sempat menguasai laju kendaraannya sehingga tabrakan tidak dapat dihindarkan.
“Karena jarak sudah terlalu dekat dan kedua pengendara tidak dapat menguasai laju kendaraan, akhirnya terjadi tabrakan,” ujarnya.
Benturan keras menyebabkan kedua pengendara mengalami cedera kepala berat. Petugas medis RSUD Wonosari yang melakukan pemeriksaan kemudian memastikan kondisi kedua korban.
Sugiyanto menegaskan, Mendung Kiang Santang maupun Fery Nur Arnand sama-sama dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Dua korban mengalami cedera kepala berat dan dinyatakan meninggal dunia di TKP,” ungkapnya.
Sugiyanto mengimbau pengendara agar tidak gegabah ketika melakukan manuver di jalan raya, khususnya saat hendak mendahului kendaraan.
“Pengendara harus selalu berhati-hati saat melakukan manuver. Pastikan kondisi dari arah berlawanan benar-benar aman sebelum mengambil jalur untuk mendahului,” pungkasnya.
Kecelakaan tersebut menjadi pengingat bahwa manuver mendahului yang tidak memperhitungkan jarak dan kondisi arus dari arah berlawanan dapat berakibat fatal.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
