Uncategorized
Cek Kualitas 6 Sumber Air Gunungkidul, BBWSSO Temukan Amonia hingga Coliform
Wonosari, (pidjar.com)- Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) mengecek kualitas air di enam titik sumber air di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hasil pengujian menunjukkan kualitas air di lokasi tersebut mulai dari memenuhi baku mutu hingga mengalami cemar ringan.
Ketua Tim Pelaksanaan Urusan Monev, Pelaporan, Water Resources Data Center (WRDC), dan Sistem Informasi Sumber Daya Air (SISDA) BBWSSO, Kisworo Rahayu, mengatakan pengambilan sampel dilakukan untuk mengetahui kondisi kualitas air sungai permukaan maupun sungai bawah tanah yang menjadi sumber air baku di Gunungkidul.
“Ada enam titik yang kami ambil sampelnya,” kata Kisworo di Yogyakarta, Jumat (18/9/2026).
Enam lokasi tersebut yakni Kali Oyo di sekitar Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder, Sungai Bawah Tanah Bribin, Sungai Bawah Tanah Ngobaran, Sungai Bawah Tanah Seropan, Sungai Bawah Tanah Baron, dan Sungai Bawah Tanah Gua Gilap.
Kisworo mengatakan sampel air tersebut diambil pada Agustus lalu. Selanjutnya, sampel dibawa ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat untuk dilakukan pengujian sejumlah parameter kualitas air.

“Pengujiannya maksimal 14 hari kerja setelah sampel air dimasukkan,” ujarnya.
Dari hasil pengujian, kualitas air di enam titik tersebut berada pada kondisi mulai dari memenuhi baku mutu hingga cemar ringan. Beberapa lokasi ditemukan memiliki parameter yang melebihi baku mutu.
Parameter tersebut antara lain amonia, total suspended solids (TSS), fosfat, tingkat keasaman (pH), dan coliform.
“Walaupun hasilnya cemar ringan tetapi masih bisa dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.
Selain menguji parameter pencemar, BBWSSO juga mencatat karakteristik air di Gunungkidul yang dipengaruhi kondisi geologi kawasan karst. Salah satunya terlihat dari nilai total dissolved solids (TDS).
Kisworo menyebut nilai TDS pada sungai bawah tanah cenderung lebih tinggi dibandingkan sungai permukaan. Kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik alami wilayah karst Gunungkidul.
“Nilai TDS pada sungai bawah tanah cenderung lebih tinggi dibandingkan nilai TDS pada sungai permukaan,” katanya.
Pemantauan kualitas air ini merupakan kegiatan rutin BBWSSO. Pengambilan sampel biasanya dilakukan dua kali dalam setahun, yakni saat musim penghujan dan musim kemarau.
Menurut Kisworo, pemantauan tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi kualitas air secara berkala, terutama karena sungai bawah tanah di Gunungkidul menjadi salah satu sumber air baku.
BBWSSO juga mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga kualitas sumber air. Warga diminta tidak membuang sampah maupun limbah secara langsung ke badan air dan melakukan pengolahan limbah dengan baik.
Khusus di kawasan karst, masyarakat juga diminta tidak membuang sampah ke luweng. Sampah yang masuk ke luweng dikhawatirkan dapat mencemari sumber air pada sungai bawah tanah.
“Kami juga mengimbau masyarakat tidak membuang sampah ke dalam luweng di wilayah karst karena dapat mencemari sumber air pada sungai bawah tanah,” pungkasnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
