Uncategorized
Kelok 23 Dibuka, Tambah Armada KSPN Masih Tunggu Koordinasi dengan Pusat
Wonosari, (pidjar.com)-Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai dibuka untuk uji coba. Pemda DIY kini mendorong agar pembukaan jalur tersebut diikuti penambahan armada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti mengatakan keberadaan Kelok 23 membuka peluang untuk memperluas layanan transportasi publik menuju kawasan selatan, khususnya Gunungkidul. Namun, rencana penambahan armada KSPN belum bisa diputuskan Pemda DIY sendiri.
“Kelok 23 kan sudah beroperasi. Kira-kira akan ada penambahan armada KSPN yang melalui sana,” kata Ni Made, Kamis (17/9/2026).
Menurut Ni Made, pemerintah perlu melihat kembali pola layanan transportasi publik setelah Kelok 23 mulai beroperasi. Penambahan rute maupun armada KSPN dinilai dapat menyesuaikan perkembangan jaringan jalan sekaligus kebutuhan mobilitas masyarakat dan wisatawan.
Namun, rencana tersebut membutuhkan koordinasi dengan pemerintah pusat.

“Kita juga mesti koordinasi dengan pusat, apakah ada tambahan,” ujarnya.
Kelok 23 merupakan bagian dari JJLS yang menghubungkan kawasan Kretek di Bantul dengan Girijati di Purwosari, Gunungkidul. Jalur tersebut sebelumnya menjalani uji coba pada 14-20 September 2026 dengan jam operasional terbatas. Pada masa uji coba, kendaraan yang diperbolehkan melintas adalah kendaraan pribadi roda dua dan roda empat.
Dengan adanya akses baru tersebut, Pemda DIY melihat peluang untuk menyesuaikan jaringan transportasi publik yang selama ini melayani kawasan selatan.
Layanan KSPN sendiri telah menghubungkan sejumlah wilayah dan destinasi, mulai dari Yogyakarta, Bandara Internasional Yogyakarta, kawasan Parangtritis hingga Pantai Baron.
Ni Made berharap keberadaan Kelok 23 dapat menjadi momentum untuk memperkuat layanan angkutan umum.
“Harapannya ada angkutan publik karena itu juga bisa mengangkut lebih dari delapan orang,” katanya.
Menurut dia, pengembangan transportasi publik tidak hanya berkaitan dengan penambahan jumlah kendaraan. Pemerintah juga perlu memastikan rute yang disediakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ni Made menilai pembangunan infrastruktur jalan perlu diikuti dengan peningkatan layanan publik. Menurutnya, keberadaan jalan yang semakin baik harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Gunungkidul menjadi salah satu wilayah yang memiliki kebutuhan konektivitas cukup besar karena wilayahnya luas dan destinasi wisatanya tersebar.
Karena itu, keberadaan transportasi umum dinilai penting agar akses baru yang dibangun pemerintah tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat yang memiliki kendaraan pribadi.
“Gunungkidul ini memang kita mengakui, Bupati ya. Jadi mudah-mudahan ketika kemudian secara sekilas jalan bagus, mudah-mudahan juga nanti modelnya mengikuti,” tuturnya.
Dia berharap peningkatan kualitas infrastruktur di Gunungkidul dapat diikuti dengan perkembangan fasilitas dan layanan lainnya, termasuk transportasi publik.
Selain persoalan armada dan rute, Ni Made menyoroti tarif transportasi publik. Menurut dia, biaya perjalanan menjadi salah satu faktor yang menentukan masyarakat dalam memilih angkutan umum.
Hal itu semakin penting di tengah meningkatnya biaya bahan bakar minyak (BBM).
“Kita bicaranya adalah keberlanjutan. Sekarang BBM juga mahal. Bagaimana kemudian prioritas penggunaan angkutan umum ini menjadi penting,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan dukungan terhadap operasional transportasi publik agar kenaikan biaya tidak sepenuhnya dibebankan kepada penumpang.
“Kalau memang ada kenaikan di jenis yang lain, transportasi publik tetap dijaga supaya tarifnya tidak memengaruhi akses,” jelas Ni Made.
Dengan demikian, pengembangan Kelok 23 diharapkan tidak berhenti pada tersedianya jalur baru. Pemerintah juga perlu memastikan adanya pilihan transportasi publik yang dapat menghubungkan masyarakat dan wisatawan dengan kawasan selatan.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized7 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
