Uncategorized
Persiapan Musim Tanam Dimulai, Petani Gunungkidul Mulai Olah Lahan Hingga Ngawu-awu
Wonosari,(pidjar.com)–Memasuki pertengahan September 2026, aktivitas pertanian di Kabupaten Gunungkidul mulai menunjukkan geliat. Sejumlah petani, khususnya di wilayah tengah dan selatan, mulai melakukan pengolahan lahan sebagai persiapan menghadapi musim tanam.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, aktivitas pengolahan lahan tersebut sudah mulai terlihat di sejumlah wilayah. Bahkan, sebagian kecil petani disebut telah mulai melakukan ngawu-ngawu atau menanam pada tahap awal.
“Sudah, terutama di wilayah tengah dan selatan sudah mengolah lahan. Sebagian petani mulai ngawu-ngawu, tanam padi dan jagung,” ujar Rismiyadi, Kamis (17/9/2026).
Ngawu-awu sendiri merupakan kegiatan sebar benih meski belum ada hujan. Kegiatan ini dilakukan oleh petani usai lahan diolah dan telah siap, sehingga saat hujan pertama turun maka benih padi dan jagung dapat segera tumbuh.
Meski demikian, aktivitas tanam tersebut belum berlangsung secara merata. DPP Gunungkidul hingga kini juga belum menerima laporan dari petugas lapangan mengenai luasan lahan yang telah diolah maupun yang sudah mulai ditanami.
“Walaupun terpantau ada aktivitas tanam, saat ini belum ada laporan dari petugas lapang,” jelasnya.
Di sisi lain, aktivitas awal musim tanam ini juga diikuti dengan pergerakan penyaluran pupuk bersubsidi. Menurutnya, para petani di Gunungkidul mulai melakukan penebusan pupuk sebagai persiapan.
DPP Gunungkidul sendiri akan terus memantau perkembangan aktivitas pertanian di lapangan. Data mengenai luasan lahan yang mulai diolah maupun yang telah memasuki tahap tanam akan diperbarui setelah laporan dari petugas lapangan diterima.
Berdasarkan data Pupuk Indonesia Wilayah Kerja DIY per 17 September 2026, Gunungkidul memperoleh alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 32.334 ton. Rinciannya, alokasi pupuk urea mencapai 18.593 ton, sedangkan NPK sebanyak 13.741 ton.
Dari jumlah tersebut, pupuk urea yang telah terserap mencapai 7.040 ton dan NPK 8.435 ton. Dengan demikian, total serapan pupuk bersubsidi telah mencapai 15.475 ton. Sementara itu, masih terdapat sisa alokasi sebanyak 16.859 ton. Terdiri dari pupuk urea 11.553 ton dan NPK 5.306 ton.
Pihak Pupuk Indonesia menyampaikan bahwa realisasi penebusan pupuk masih terus bergerak. Alokasi pupuk di tingkat kabupaten maupun kapanewon juga bersifat dinamis dan fleksibel menyesuaikan kebutuhan.
“Untuk data penebusan pupuk ini dinamis terus bergerak meningkat setiap harinya,” ucap Lukman Hakim, Account Excutive PT Pupuk Indonesia Wilayah DIY.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, nantinya apabila terdapat wilayah dengan serapan tinggi namun secara potensi masih membutuhkan pupuk, realokasi dapat dilakukan dengan mengambil dari alokasi wilayah lain yang serapannya masih rendah.
Adapun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, alokasi pupuk bersubsidi di Gunungkidul masih menyisakan cukup banyak. Pihak terkait menyebut pada tahun lalu juga terdapat sisa alokasi dan tidak seluruh pupuk yang tersedia terserap petani.
“Setiap tahun banyak sisanya,” pungkasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
