Uncategorized
Festival Literasi Gunungkidul Kembali Digelar, Dorong Budaya Baca Tumbuh Sejak Dini
Wonosari,(pidjar.com)–Upaya memperkuat budaya literasi di Kabupaten Gunungkidul kembali digencarkan melalui Festival Literasi Gunungkidul 2026. Kegiatan yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Gunungkidul tersebut menjadi ruang bertemunya masyarakat, pegiat literasi, komunitas, hingga generasi muda dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan literasi.
Festival Literasi 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 16 hingga 20 September 2026, dengan pusat kegiatan berada di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul. Sejumlah agenda disiapkan untuk mengajak masyarakat tidak hanya menjadikan membaca sebagai kebiasaan, tetapi juga memahami literasi sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Tim Festival Literasi Gunungkidul 2026, Budi Wahyuni, mengatakan salah satu agenda yang dilaksanakan pada Jumat (18/9/2026) yakni diskusi mengenai pentingnya membangun literasi sejak usia dini. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kebiasaan membaca, berpikir kritis, serta kemampuan mengolah informasi kepada anak sejak berada pada tahap awal pertumbuhan.
Menurutnya, pengenalan literasi sejak dini memiliki peran penting karena kemampuan literasi tidak sebatas pada kecakapan membaca dan menulis. Anak juga perlu dibiasakan memahami informasi, menyampaikan gagasan, mengenali berbagai sumber pengetahuan, serta menggunakan informasi secara bijak.
“Harapannya orang tua maupun anak bisa memahami bahwa literasi perlu dibangun sejak dini. Tidak hanya soal membaca buku, tetapi bagaimana anak terbiasa mencari informasi, memahami apa yang dibaca, kemudian mampu mengembangkan pengetahuan dan kreativitasnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, peran keluarga menjadi penting dalam membentuk kebiasaan tersebut. Lingkungan yang dekat dengan buku dan aktivitas membaca diharapkan dapat membuat anak memiliki pengalaman positif terhadap kegiatan literasi. Karena itu, kegiatan festival juga dirancang agar dapat melibatkan anak sekaligus orang tua.
Menurutnya, keberadaan perpustakaan memiliki fungsi yang semakin luas di tengah perkembangan masyarakat. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku, melainkan dapat berperan sebagai pusat pembelajaran, pemberdayaan masyarakat, serta ruang bertukar pengetahuan.
Dengan akses terhadap bahan bacaan dan berbagai kegiatan pengembangan kapasitas, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat menunjang kehidupan sosial maupun ekonomi.
“Festival Literasi merupakan agenda tahunan di Gunungkidul. Tahun ini adalah tahun ke-2 dengan mengambil tema Peran Perpustakaan dalam Menginspirasi Perubahan melalui Literasi untuk Kesejahteraan,” ungkapnya.

Tidak hanya menghadirkan diskusi, Festival Literasi Gunungkidul 2026 juga dikemas dengan sejumlah kegiatan yang menyasar kelompok usia berbeda. Salah satunya lomba menggambar dan mewarnai yang menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mengenalkan aktivitas literasi melalui pendekatan yang lebih menyenangkan.
Panitia juga menyiapkan agenda peluncuran sejumlah buku. Salah satu karya yang akan diperkenalkan mengangkat mengenai kawasan karst di Gunungkidul. Kehadiran buku-buku tersebut diharapkan turut memperkaya bahan bacaan sekaligus menjadi sarana untuk mendokumentasikan pengetahuan dan potensi daerah.

“Jadi selain diskusi, juga ada launching beberapa buku dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan budaya literasi hingga pengembangan atau pemanfaatan aplikasi perpustakaan untuk memudahkan inventarisir koleksi buku serta buku digital,” imbuhnya.
Festival Literasi 2026 juga menjadi wadah promosi bagi berbagai produk literasi dan kreativitas masyarakat. Pameran produk literasi menghadirkan sejumlah produk unggulan dari perwakilan kapanewon, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), hingga mitra Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari komunitas, penerbit, pegiat literasi, hingga sejumlah mitra lainnya. Selain produk literasi, masyarakat juga dapat mengakses bazar serta pameran koleksi buku yang disiapkan selama festival berlangsung.
Budi berharap rangkaian Festival Literasi Gunungkidul 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bersama mengenai pentingnya literasi serta mendorong terbentuknya kebiasaan membaca di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Kita juga adakan bazar atau pameran koleksi buku, lomba-lomba dan kegiatan lain. Harapannya dengan kegiatan ini, anak dan orang tua tumbuh pemahaman bahwa literasi sangat penting dan bisa meningkatkan budaya literasi,” pungkasnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
