Sosial
Zakat BAZNAS Jadi Jalan Keluar bagi Keluarga Dik Aji
Wonosari, (pidjar.com)- Dana zakat yang dihimpun Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bakal digunakan untuk membantu keluarga Dik Aji, anak berkebutuhan khusus yang tinggal bersama kakek dan neneknya di Kalurahan Bejiarjo, Kapanewon Karangmojo.
Zakat tersebut akan digunakan untuk membangun rumah layak huni bagi keluarga Tugino. Pembangunan rumah ditargetkan rampung dalam waktu 10 hingga 14 hari.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan pembangunan rumah menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah bersama BAZNAS untuk membantu keluarga Dik Aji. Rumah tersebut nantinya dirancang menyesuaikan kebutuhan Dik Aji.
“Rumah baru tersebut akan dilengkapi kamar khusus bagi Dik Aji yang menyatu dengan kamar kakek dan neneknya,” kata Endah, Kamis (8/10/2026).
Menurut Endah, desain tersebut dibuat agar keluarga lebih mudah melakukan pengawasan terhadap Dik Aji sekaligus memberikan kenyamanan psikologis. Selama ini Dik Aji tinggal bersama kakek dan neneknya dalam kondisi yang terbatas.
Selain pembangunan rumah, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan Dik Aji. Anak tersebut diketahui mengalami epilepsi dan memiliki kondisi emosional yang sulit diprediksi.
Dik Aji sebelumnya sempat menjalani perawatan di RSJ Magelang. Namun, pengobatannya terhenti karena keluarga mengalami keterbatasan biaya.
Endah pun meminta jajaran kesehatan memastikan pengobatan Dik Aji kembali berjalan. Tim dari RSUD, Puskesmas, dan Dinas Kesehatan Gunungkidul diminta menyusun penanganan secara bersama-sama.
“Dokter Puskesmas yang pernah menangani Dik Aji juga dilibatkan dalam pemantauan rutin,” ujarnya.
Kasus Dik Aji menjadi perhatian setelah keluarga diketahui terpaksa memasang rantai pada siang hari. Langkah tersebut dilakukan karena kondisi emosional Dik Aji terkadang tidak terkendali dan keluarga khawatir terhadap keselamatan lingkungan sekitar.
Riwayat kondisi tersebut tidak terlepas dari pengalaman Dik Aji saat bersekolah. Ia sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 2 SD, tetapi mengalami perundungan dari teman sebaya yang berdampak terhadap kondisi emosionalnya.
Keluarga kemudian memilih mengikat Dik Aji pada siang hari. Sementara pada malam hari, rantai dilepas agar ia dapat tidur bersama kakek dan neneknya.
Endah mengatakan penanganan Dik Aji tidak bisa hanya dilakukan dari satu sisi. Selain tempat tinggal yang layak, anak tersebut membutuhkan pendampingan kesehatan fisik dan mental secara berkelanjutan.
“Harapannya dengan adanya penanganan terpadu, kondisi kesehatan jiwa dan fisik Dik Aji dapat membaik,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS, ASN, TNI-Polri, tenaga medis, perangkat daerah, serta para muzaki yang telah menyalurkan zakat sehingga dapat membantu keluarga Dik Aji.
Menurut Endah, bantuan tersebut menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama ketika disalurkan secara tepat sasaran.
Di sisi lain, Endah mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Ia meminta lingkungan sekitar memberikan dukungan dan menghindari segala bentuk perundungan.
“Tidak ada satu pun orang tua yang menginginkan anaknya terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus. Namun, sebagai manusia yang dikaruniai akal budi, kita diajak untuk saling mengasihi, menyayangi, dan memberi dukungan,” tegasnya.
Kakek Aji, Tugino, mengaku lega setelah pemerintah dan masyarakat memberikan perhatian kepada keluarganya. Selama ini dia bersama istrinya, Lugino, berusaha merawat cucunya dengan segala keterbatasan.
Bagi keluarga Tugino, pembangunan rumah dan kepastian pengobatan Dik Aji menjadi harapan baru. Mereka tidak lagi harus menghadapi persoalan tempat tinggal dan perawatan cucunya seorang diri.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized1 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang laluMulai Oktober, Tujuh TPR Wisata Gunungkidul Terapkan Pembayaran Retribusi Cashless
-
Uncategorized3 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
