Pariwisata
Berburu Keindahan dan Kedamaian di Air Terjun Luweng Sampang
Gedangsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Musim hujan seperti sekarang ini memang sangat cocok untuk berkunjung ke obyek wisata air terjun. Dengan debit air yang mencukupi, panorama di air terjun tentunya bisa lebih dinikmati secara maksimal.
Salah satu yang bisa menjadi pilihan adalah obyek wisata Air Terjun Luweng Sampang. Obyek wisata yang terletak di Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari ini memang sangat indah lantaran menggabungkan panorama air dengan tebing-tebing tinggi. Suasana semakin ciamik lantaran masih ditambah dengan hijaunya lingkungan sekitar.
Berkunjung ke obyek wisata ini memang membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar satu jam dari pusat kota Wonosari atau 2 jam dari jantung kota Yogyakarta. Namun perjalanan ini tak akan terasa lama karena pengunjung bisa melihat pemandangan Gunungkidul di zona utara. Misalnya saja saat melintas di jalur alternatif Gading-Ngalang, bisa melihat indahnya jalan yang baru saja rampung di bangun.
Ya dari arah Gading, pengunjung diarahkan mengikuti jalur hingga sampai di pertigaan Desa Ngalang. Selanjutnya mengambil jalur untuk menuju Kecamatan Gedangsari dan kemudian meneruskan perjalanan ke rute menuju Desa Sampang. Jalur pedesaan, menyisiri lahan pertanian hingga hutan-hutan akan dilalui oleh pengunjung untuk bisa kemudian sampai di Air terjun Luweng Sampang.
Panorama perbukitan hijau, ditemani dengan kicau burung dan melihat beberapa warga setempat berladang serta bercengkerama satu dengan yang lain semakin menambah asyik saat perjalanan. Batuan-batuan besar dan perbukitan yang menjulang tinggi, tanah berlumut juga akan ditemui saat masuk ke obyek wisata ini.

Puncak keindahan yang luar biasa akan langsung dinikmati ketika wisatawan dapat benar-benar sampai di obyek wisata ini. Perjalanan yang membuat otot dan badan pegal, akan terbayar lunas dengan pesona Air Terjun Luweng Sampang. Letaknya memang tersembunyi, berada di dalam kawasan layaknya hutan.
Di sekeliling air terjun terdapat batuan-batuan yang bergaris alami akibat terkena erosi air yang mengalir. Kondisi ini lah yang menjadi daya tarik tersendiri dari obyek wisata air terjun Luweng Sampang. Belum lagi memericik air jernih yang terus mengalir dari atas.
“Indah banget lah, pas sampe obyek wisata ini seperti langsung cleesss seger gitu. Cepet-cepet pengen berenang,” kata Agus Indratmoko, warga Desa Wonosari, Kecamatan WOnosari, salah seorang pengunjung air terjun.
Suasana alam yang sangat asri membuat wisatawan nyaman dan betah berkunjung ke obyek wisata tersebut. Seolah dimanjakan dengan suara air yang mengalir dan hijaunya lokasi sekitar sehingga membuat kesan tersendiri. Selain suara gemericik air, pengunjung juga akan menikmati suara burung maupun binatang lainnya yang tentunya susah untuk didapatkan khususnya bagi mereka yang tinggal di perkotaan.
Obyek ini sering kali disebut-sebut oleh wisatawan layaknya air terjun Grand Crayon di Pangandaran yang telah memiliki nama besar. Tak sedikit dari anak muda yang berkunjung ke obyek ini langsung jatuh cinta. Spot foto yang ada pun juga sangat mendukung dan sangat instagramable sekali. Sehingga sepulang dari obyek wisata ini, pengunjung bisa mendapatkan dua hal sekaligus, batin yang adem serta stok foto yang berlimpah.
“Yang penat dengan kerjaan atau tugas sekolah boleh lah ke sini. Dijamin akan fresh lagi,” imbuh dia.

Sementara itu, Camat Gedangsari Martono Imam mengungkapkan air terjun Luweng Sampang ini merupakan salah satu potensi wisata di Gedangsari yang tengah menanjak pamornya. Meski begitu, ia menambahkan bahwa air terjun ini merupakan sebuah obyek wisata musiman. Jika memasuki musim penghujan seperti saat ini, Air Terjun Luweng Sampang akan menampilkan panorama yang luar biasa. Dari masyarakat dan pemerintah setempat tengah berupaya melakukan pengembangan.
“Akses jalan perlahan diperbaiki. Rencananya juga akan dikelola melalui BUMDes,” terang dia.
Dengan semakin bertambahnya pilihan obyek wisata di zona utara atau perbatasan dapat mendongkrak potensi perekonomian masyarakat sekitar. Diharapkan nantinya dengan pengembangan pariwisata ini, Gedangsari perlahan bisa bangkit dan tidak lagi menjadi satu kecamatan miskin di Gunungkidul. Pemberdayaan pada masyarakat dan pembangunan terus berkesinambungan, fasilitas infrastruktur dan beberapa lainnya pun juga mengalami progres kenaikan yang lebih.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Uncategorized4 minggu yang laluUsai Dua Periode Kepemimpinan Sariyanto, Kini Direktur Bumkal Maju Mandiri Bejiharjo Berganti
