fbpx
Connect with us

Pariwisata

Menikmati Pesona Watu Gendong, Kawasan Wisata di Sisi Utara Gunungkidul yang Belum Populer

Diterbitkan

pada

BDG

Ngawen,(pidjar.com)– Bentang alam dan potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul bukan menjadi rahasia lagi. Tempat wisata yang unik dan mengedukasi juga dimiliki Gunungkidul seperti halnya di padukuhan Tungkluk, Kalurahan Beji, Kapanewon Ngawen. Wilayah tersebut memiliki obyek wisata alam Watu Gendong yang tengah ramai dikunjungi oleh para pelancong.

Terletak di daerah utara kabupaten Gunungkidul, tempat ini memiliki keunikan dan cerita tersendiri. Bagi wisatawan yang bosan dengan suguhan pantai, air terun, embung atau goa wisata alam Watu Gendong bisa menjadi salah satu alternatif kunjungan.

Sedikit bercerita mengenai Watu Gendong, ada berbagai versi cerita di tengah masyarakat yang berkembang mengenai asal muasal nama ini. Berkunjung ke obyek ini ada beragam manfaat edukasi, refreshing, dan menambah pengalaman serta pengetahuan tentunya. Tempat ini cocok untuk menjadi pilihan berlibur bersama keluarga, teman atau komunitas.

Watu Gendong menyuguhkan pemandangan alam yang luar biasa. Hijaunya rerumputan dan pepohonan sekitar membuat mata jauh lebih segar, merefresh pikiran penat kbiat kesibukan sehari-hari. Di areal sekitar 5 hektar itu, juga ada bebatuan besar yang menjulang agak tinggi. Layaknya batu di gunung api Purba, namun ukurannya lebih kecil.

“Ada suasana berbeda saat berkunjung ke obyek wisata ini. Adem dan luas jadi bisa banyak kegiatan, belum lagi batuan yang ada menjadi spot yang cukup istagramabel,”ucap salah satu warga Klaten yang pernah berkunjung, Andi.

Berita Lainnya  Bantuan Keuangan Khusus Disinyalir Ditunggangi Caleg Incumbent, Pemkab Diperingatkan Patuhi Prosedur

Berkunjung ke Watu Gendong ada beberapa hal yang bisa dilakukan, wisatawan bisa jauh lebih mengenal bagaimana interaksi di pedesaan. Begitu pula belajar pertanian, melakukan outbond, camping, dan menjajal track off road di sana. Spot-spot yang ada sangat instagramable sehingga bagi pemburu spot foto sangat patut mengunjungi tempat ini.

Udara segar dan pemandangan bentang alam bisa menjadi obat tersendiri menghilangkan penat dan galau yang dirasa. Waktu yang tepat biasanya saat pagi-pagi sebelum terik. Dinginnya udara bisa merefleksi diri tidak ada polusi yang dirasa. Sungguh mereka yang berkunjung bisa merasakan jauh dari ramainya kota.

“Sudah banyak sepertinya yang berkunjung ke Watu Gendong, ada tempat-tempat untuk sekedar membeli jajanan juga,” imbuh dia.

Kawasan utara Kabupaten Gunungkidul juga memiliki obyek wisata yang tak kalah menariknya. Namun memang belum sepopuler kawasan selatan, pun demikian dengan infrastruktur di wilayah utara juga masih belum maksimal. Padahal potensi di wilayah utara begitu luar biasa.

Berita Lainnya  Warga Gunungkidul Yang Dipantau Atas Corona Sebagian Besar Berada di Rumah

Beberapa waktu lalu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan wilayah sektor utara mempunyai karakteristik daerah tersendiri dalam pengembangan ekonomi baik dalam bidang investasi, pariwisata, ataupun ekonomi kerakyatan. Faktor topografi wilayah hingga budaya masyarakat serta alokasi anggaran menjadi hal yang saling berkaitan.

“Karena daerah di sana kan daerah pegunungan, bicara soal investasi di daerah utara sendiri masih kita tawarkan. Mudah-mudahan nanti ke depan ada,” ucap Sunaryanta.

Potensi wilayah utara Gunungkidul menurut Sunaryanta tidak kalah dengan wilayah lainnya dan dapat dikembangkan lagi. Dalam sektor ekonomi kerakyatan, ia menambahkan perlu dorongan dari berbagai pihak termasuk masyarakat setempat. Menurutnya, komunitas masyarakat penggerak pariwisata di wilayah utara saat ini cukup minim. Sehingga pada akhirnya, pengembangan masih didominasi oleh wilayah lainnya.

Berita Lainnya  Ratusan Pemudik Tercatat Masuk ke Gunungkidul

“Di sektor ekonomi, ekonomi kreatif ataupun UMKM kan sudah ada juga di sana. Untuk itu akan kita dorong bersamaan dengan program-program sektor yang lain dan juga dengan daerah yang lain. Hanya saja mungkin komunitasnya kurang begitu banyak. Tapi ke depan akan kita dorong agar sama dengan wilayah yang lain,” papar Sunaryanta.

Pembangunan wilayah oleh masyarakat menurutnya juga tak terlepas dari literasi sehingga ilmu ataupun produk yang dihasilkan menjadi jelas dan didasari dengan pemahaman yang baik. Selain itu, untuk melengkapi pembangunan juga harus mempertahankan budaya masyarakat setempat yang dapat menjadi nilai tarik. Ia berharap adanya kolaborasi dari masyarakat serta pemerintah kalurahan hingga daerah dapat bergotong-royong melakukan pembangunan wilayah.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler