Sosial
Baru Triwulan Pertama 2019, Sudah Ada 10 Pasangan Anak di Bawah Umur Ajukan Dispensasi Nikah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Perkawinan dini di Gunungkidul diperkirakan akan tetap tinggi. Pasalnya baru pada awal tahun 2019 ini, sudah tercatat puluhan anak yang masih berada di usia pelajar mengajukan dispensasi pernikahan. Diketahui, faktor utama terjadinya pernihakan dini tersebut lantaran dari mereka telah mengalami kehamilan.
Humas Pengadilan Agama Kabupaten Gunungkidul, Barwanto mengatakan, pada tahun 2018 lalu, pihaknya mencatat ada 79 pasang yang mengajukan dispensasi menikah. Namun dari jumlah tersebut, 2 diantaranya tidak dikabulkan Pengadilan Agama Gunungkidul.
“Pada tahun 2019 ini, sudah ada 10 pasangan yang artinya ada 20 orang anak yang mengajukan dispensasi untuk menikah, karena usianya belum cukup,” kata Barwanto, Selasa (09/04/2019).
Ia menjelaskan, dari kasus tersebut diketahui terjadi karena putus sekolah di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kemudian bekerja di luar daerah yang jauh dari keluarganya.
“Selain itu juga ada dari mereka yang masih pelajar. Untuk jumlah pelajar dan yang sudah kerja 50/50 lah,” katanya.

Ia menambahkan, kebanyakan dari mereka mengaku telah mengandung meski belum menjalani pernikahan. Sehingga kemudian para anak tersebut terpaksa mereka mengajukan dispensasi menikah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (P3AKBPD) Gunungkidul Sudjoko menambahkan, pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah pernikahan dini.
Ada beberapa faktor pemicu diantaranya dari hamil di luar nikah hingga persoalan ekonomi. Selain itu juga ada karena faktor pendidikan, dan kemiskinan sehingga banyak anak berhenti sekolah dan menikah.
“Dispensasi rata-rata diajukan oleh pria berumur di bawah 19 tahun, dan untuk wanita berumur di bawah 16 tahun. Faktor dari keluarga ada, karena senang melihat anaknya segera menikah,” ucapnya.
Terkait dengan persoalan tersebut, pihaknya bekerja sama sengan beberapa elemen masyarakat untuk berkomitmen meningkatkan penyadaran. Hal itu sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan3 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized6 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Kriminal4 minggu yang laluPenipuan Program Koperasi Desa Merah Putih Terbongkar, Pelaku Minta Uang hingga Rp80 Juta ke Kalurahan
