Connect with us

Uncategorized

Cerita Warga Rongkop Dilanda Kekeringan, Gerindra dan Wabup Gunungkidul Salurkan Puluhan Tangki Air

Diterbitkan

pada

Rongkop,(pidjar.com)– Gunungkidul tengah dilanda krisis air bersih. Warga di sejumlah kapanewon telah mengalami kesulitan air selama beberapa bulan terakhir. Untuk memenuhi kebutuhan, warga harus membeli air secara mandiri dan mulai mengandalkan bantuan dari pemerintah maupun pihak ketiga. DPC Gerindra Gunungkidul hadir memberikan bantuan air bersih bagi warga yang kesulitan air di kemarau ini.

Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto mengatakan, Senin, (10/08/2026) ia bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Gunungkidul menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di sejumlah kalurahan di wilayah Rongkop.

Khusus untuk Kapanewon Rongkop, penyaluran bantuan sebanyak 37 tangki air bersih didistribusikan ke lima wilayah, yaitu Kemasu, Karangwuni (10 tangki), Gamping, Bohol (1 tangki), Karangwuni, Karangwuni (10 tangki), Semugih (10 tangki), dan Melikan (6 tangki).

Joko menjelaskan, jumlah bantuan masih berpotensi ditambah apabila kebutuhan air bersih masyarakat tetap tinggi dan dampak kekeringan semakin meluas.

“Droping air ini merupakan wujud kepedulian bersama baik dari DPW, DPC Gerindra, saya pribadi, maupun teman-teman kader untuk membantu warga Gunungkidul yang mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan,” ucap Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto.

Selain dengan DPC Gerindra, ia juga melakukan droping air bersama dengan DPD Tani Merdeka Indonesia.

Menurut Joko, kekeringan masih menjadi persoalan yang harus ditangani secara serius oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Selain penanganan darurat melalui droping air, pemerintah juga terus mengupayakan solusi jangka panjang melalui perluasan jaringan PDAM dengan mencari sumber-sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berita Lainnya  Alami Kecelakaan Tunggal Usai Berobat, Paidi Meninggal Dunia

“Masih banyak titik yang membutuhkan bantuan air bersih. Karena itu, penanganan jangka pendek dilakukan melalui droping air, sementara jangka panjangnya melalui pengembangan jaringan pelayanan air bersih,” katanya.

Partai Gerindra yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat utamanya petani akan berupaya semaksimal mungkin memfasilitasi agar warga bisa memenuhi kebutuhan air secara mudah. Selain droping air, upaya lain akan dikomunikasikan agar permasalahan air dapat terselesaikan.

Ia mengungkapkan bahwa selama 2–3 bulan terakhir, dampak kekeringan semakin dirasakan, terutama di wilayah selatan Gunungkidul. Tidak hanya memengaruhi kebutuhan rumah tangga, keterbatasan air juga menyebabkan sebagian warga tidak dapat memanfaatkan lahan pertanian mereka untuk bercocok tanam.

Meski demikian, Joko menyebut hingga saat ini belum ada laporan gagal panen akibat kemarau panjang. Menurutnya, petani telah menyesuaikan pola tanam dengan memperhatikan prakiraan musim dari BMKG.

“Petani memiliki perhitungan sendiri dan mengikuti arahan BMKG. Karena itu, kemarau panjang tidak berdampak pada gagal panen di lahan tadah hujan karena memang tidak dilakukan penanaman padi maupun palawija,” jelas kader Gerindra tersebut.

Seperti halnya yang dialami oleh warga Padukuhan Songwaluh dan Kendal, Kalurahan Melikan, Kapanewon Rongkop. Sejak Juni 2026 lalu warga sudah kesulitan mendapatkan air bersih, karena bak penampungan air hujan yang dimiliki oleh warga sudah mengering. Maklum saja, dua padukuhan ini belum tersasar PDAM maupun saluran air lainnya.

Berita Lainnya  Jadi Penyumbang Terbesar di DIY, Pemerintah Upayakan Peningkatan Produksi Kedelai

“Sejak Juni sudah sulit mendapatkan air, jadi kami harus membeli air tangki dengan harga Rp 130.000 per tangkinya,” ucap Sutilah, warga Padukuhan Kendal, Kalurahan Melikan.

Ia sendiri selama 3 bulan ini sudah membeli air tangki sebanyak 6 kali. Dengan adanya tambahan harus membeli air ini, ia sebagai ibu rumah tangga benar-benar harus bisa mengelola keuangan keluarga sebaik mungkin.

“Kondisi ekonomi seperti ini, harga barang apa-apa mahal. Jadi penggunaan uang harus yang benar-benar yang penting kita sisihkan untuk beli air juga,” jelas dia.

Adanya bantuan dari pemerintah maupun pihak ketiga lainnya sangat berarti dan membantu warga Kendal dalam pemenuhan air bersih.

“Kemarin sempat mau jual ternak, tapi ndak jadi karena eman-eman. Lha wong kambing saya diaji (tawar) hanya Rp 800 ribu, jadi ndak jadi,” ucapnya.

Sementara itu, Lurah Melikan, Agus Sumarno mengatakan, selama ini masyarakat di Songwaluh dan Kendal mengandalkan air tadah hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Air hujan ditampung dalam bak penampungan, kemudian dialirkan ke rumah-rumah warga. Namun, ketika musim kemarau berlangsung panjang, cadangan air tersebut tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.

Berita Lainnya  Ratusan Ikan Gurami Siap Panen Raib Digasak Maling, Petani Rugi Rp10 Juta

“Dampak kekeringan paling dirasakan oleh warga di Songwaluh dan Kendal karena kedua padukuhan tersebut belum mendapatkan layanan PDAM. PR kami menyelesaikan permasalahan air di 2 padukuhan ini,” ujarnya.

Menurut Agus, pemerintah kalurahan saat ini tengah mengupayakan solusi jangka panjang dengan mendorong penyambungan jaringan air dari sumber air di wilayah Wonogiri, tepatnya di kawasan Sungai Bengawan Solo Purba. Apabila jaringan tersebut berhasil direalisasikan, warga di kedua padukuhan diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh air bersih setiap musim kemarau.

“Tahun 2024 lalu kami lakukan pipanisasi ke gang-gang sini, kami usulkan saluran air ke Pemkab Gunungkidul namun karena kondisi geografis jadi belum dapat. Nah Alhamdulillahnya kami difiasilitasi oleh kalurahan Sumberagung, Pracimantoro Wonogiri akses sumber air luweng sumber songo yang berada di Bengawan Solo Purba,” ucap dia.

Dari sumber air tersebut nantinya akan dialirkan ke rumah-rumah warga yang ada di Padukuhan Songwaluh dan Kendal. Setidaknya dapat mengaliri 242 KK.

“Sumbernya bagus sudah mebgaliri 1000 SR. Kita tinggal memfasilitasi tampungan dan pipanisasi semoga di Okbtober 2026 ini dapat terealisasi, ini kami juga matur ke Pak Wakil Bupati. Mohon doanya semoga teraliasasi dan permasalahan air dapat terselesaikan di Kalurahan Melikan ini,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 hari yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

Berita Terpopuler