Uncategorized
Pemkab Gunungkidul Siapkan Pemulihan Mata Pencaharian Pemulung Terdampak TPST Wukirsari
Wonosari, (pidjar.com)- Pemkab Gunungkidul menyiapkan langkah untuk mengantisipasi dampak sosial dan ekonomi dari rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Wukirsari di Kalurahan Baleharjo, Wonosari. Salah satunya dengan menyusun rencana pemulihan mata pencaharian bagi pemulung dan warga yang selama ini menggarap lahan di sekitar lokasi.
Pengawas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Dwi Wiyani mengatakan rencana pemulihan tersebut tertuang dalam dokumen Livelihood Restoration Plan (LRP). Dokumen itu menjadi bagian dari readiness criteria sebelum pembangunan TPST Wukirsari dilaksanakan.
“Penyusunan dokumen tersebut bertujuan memitigasi dampak sosial dan ekonomi yang mungkin muncul, khususnya bagi pemulung maupun warga sekitar yang selama ini menggarap lahan,” kata Dwi Wiyani, Senin (31/8/2026).
Dwi menjelaskan kajian pembangunan TPST Wukirsari disusun berdasarkan kriteria Environmental and Social Impact Assessment (ESIA). Kajian tersebut menjadi salah satu persyaratan dalam rencana pembiayaan pembangunan TPST melalui Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).
Dengan adanya kajian tersebut, pemerintah berupaya memastikan pembangunan TPST tidak hanya memperhatikan aspek teknis dan lingkungan, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas di sekitar lokasi.
Selain mengurangi beban tempat pembuangan akhir, TPST Wukirsari direncanakan memiliki fungsi pengolahan sampah. Sampah nantinya akan diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk pembuatan semen.
“Adanya TPST, maka sampah bisa diolah menjadi RDF untuk bahan bakar pembuatan semen. Tapi, untuk pelaksanaannya masih dalam proses,” ujarnya.
Saat ini tahapan pembangunan TPST Wukirsari telah memasuki proses lanjutan. Dokumen perencanaan dan kajian yang diperlukan telah disusun dan hasilnya telah diserahkan kepada Balai Penataan Bangunan dan Prasarana Kawasan (BPBPK) Yogyakarta.
“Hasil kajian sudah ditandatangani Ibu Bupati sehingga setelah selesai bisa dilaksanakan tahapan berikutnya untuk proses lelang mencari rekanan yang mengerjakan,” katanya.
DLH Gunungkidul menargetkan proses lelang pembangunan TPST Wukirsari dapat dilaksanakan pada Oktober 2026. Jika sesuai rencana, pembangunan fisik akan dimulai pada awal 2027.
Pembangunan TPST tersebut ditargetkan berlangsung selama dua tahun.
Kepala DLH Gunungkidul Edy Basuki mengatakan Pemkab Gunungkidul telah menyiapkan lahan seluas empat hektare untuk pembangunan TPST. Lokasinya berada di sebelah TPAS Wukirsari.
“Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas empat hektare untuk pembangunan TPST Wukirsari,” kata Edy.
Menurut Edy, pembangunan TPST merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Gunungkidul. Selama ini, sampah di TPAS Wukirsari masih dikelola menggunakan sistem sanitary landfill dengan cara ditimbun menggunakan tanah.
Namun, tumpukan sampah yang semakin tinggi membuat pemerintah perlu menyiapkan alternatif pengelolaan. TPST diharapkan dapat mengolah sampah sebelum akhirnya masuk ke tempat pemrosesan akhir.
“Mudah-mudahan rencana pembangunan TPST bisa terlaksana mulai di tahun depan,” ujarnya.
Di sisi lain, Edy menegaskan pembangunan fasilitas pengolahan sampah juga harus dibarengi perubahan perilaku masyarakat. DLH terus mendorong warga memilah sampah sejak dari rumah.
Pemilahan dilakukan dengan memisahkan sampah organik dan nonorganik sebelum dibuang. Langkah tersebut dinilai penting agar sampah yang masuk ke sistem pengelolaan tidak seluruhnya dalam kondisi tercampur.
“Pemilahan sangat penting sehingga edukasi ke masyarakat akan terus dilakukan. Ini dikarenakan mayoritas sampah yang dihasilkan langsung dibuang dalam kondisi bercampur antara organik dengan nonorganik,” pungkasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
