Pemerintahan
Dinas Larang Keras Penjualan Benih Bantuan Yang Telah Disebar ke Poktan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menegaskan bahwa benih bantuan pemerintah yang saat ini telah disebar ke kelompok-kelompok tani di seluruh Gunungkidul adalah gratis. Pemerintah melarang keras penjualan benih bantuan yang diterima oleh kelompok tani (Poktan). Penegasan tersebut turut dilampiri dengan surat edaran kepada seluruh Poktan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan, pendistribusian benih telah dilakukan sejak dua bulan terakhir. Saat ini benih bantuan juga telah dipastikan diterima oleh sejumlah Poktan.
“Untuk padi inbrida 2500 hektar atau setara 62,5 ton, untuk padi hibrida 4000 hektar setara 60 ton untuk benih padi total ada 112,5 ton. Kemudian untuk jagung totalnya 10.000 hektar jagung hibrida setara 150 ton,” kata Raharjo, Selasa (30/10/2018).
Ia megatakan, bantuan yang diberikan tersebut diakui belum mencukupi kebutuhan benih secara keseluruhan. Untuk itu pihaknya menghimbau kepada para penerima untuk tidak menjual kembali benih yang telah diberikan secara gratis tersebut.
“Surat edaran telah diberikan kepada kelompok tani. Jika ada yang main-main akan kami tindak. Sanksinya kemungkinan akan kita coret dari daftar penerima tahun depan,” kata Raharjo.

Ia menambahkan, selain bantuan benih, pihaknya telah mendistribusikan pupuk bersubsidi sejumlah puluhan ribu ton. Sehingga dalam menghadapi masa tanam yang diperkirakan akan tiba pada pertengahan November 2018, para petani telah siap.
“Urea telah tersalurkan sebanyak 6.317 ton atau 52,96% dari total kuota urea bersubsidi sebanyak 11.930 ton se kabupaten Gunungkidul. Pupuk NPK bersubsidi tersalur 3474,9 ton atau 60,28% dari total kuota NPK bersubsidi sejumlah 5.765 ton se kabupaten Gunungkidul. Pupuk SP36 bersubsidi tersalur 573,61 ton atau 63% dari total kuota 907 ton se Kabupaten Gunungkidul. Pupuk ZA bersubsidi tersalur 498,3 ton atau 41,22% dari total kuota 1209 ton se Kabupaten Gunungkidul,” urainya.
Selain bantuan benih dan pupuk, pemkab juga memberikan bantuan alat berat berupa traktor. Harapannya dengan adanya sejumlah bantuan tersebut, dapat mempermudah masyarakat dalam pengolahan lahan sehingga biaya produksi turut dapat ditekan.
“Traktor roda 2 ada 64 buah sudah dibagikan. Traktor roda 4 ada 1 sudah dibagikan untuk tahun ini. Alat-alat tersebut merupakan bantuan langsung dari pemerintah pusat yang diberikan kepada kelompok yang sudah teregistrasi sebagai poktan binaan penyuluh atau sudah masuk simluhtan (Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian),” terang dia.
Raharjo menambahkan musim tanam pertama di Gunungkidul berupa padi dan jagung dengan sistem tumpang sari. Di mana dalam sistem tersebut terdapat lebih dari satu jenis tanaman.
“Tumpang sari ini khasnya Gunungkidul, bahkan beberapa kali kita juga pernah disuruh memaparkan bagaimana sih tumpang sari itu di hadapan beberapa teman dari luar daerah,” pungkas dia.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized5 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized7 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
