Pariwisata
Dinilai Sukses, Penataan Pantai Sepanjang Bakal Diterapkan di Kawasan-kawasan Lain
Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan melanjutkan penataaan kawasan Pantai Sepanjang di tahun 2026 ini. Rencananya, pada triwulan pertama 2026 ini, akan dilakukan penyempurnaan kios dan beberapa spot lain dengan menggunakan anggaran daerah. Proses perampungan proyek wajah baru Pantai Sepanjang sendiri terus digenjot sehingga penataan bisa segera digeser ke kawasan pantai lainnya. Rencananya, penataan di Sepanjang ini akan menjadi role model dalam penataan kawasan-kawasan pantai di Gunungkidul ke depannya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengatakan, pada tahun ini pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 900 juta untuk penyempuraan penataan Pantai Sepanjang. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan talud serta penyempurnaan 109 kios milik pedagang.
“Jadi untuk anggaran yang bersumber dari APBD ada 2 pekerjaan yaitu Rp 500 juta untuk pembangunan talud dan Rp 400 juta untuk penyempurnaan kios pedagang,” kata Rakhmadian Wijayanto, Selasa, (10/02/2026).
Ia merinci untuk penyempuraan kios yang dimaksud adalah penyeketan di masing-masing kios, pengecatan dengan warna merah putih, jaringan air bersih dan pembuatan wastafel.
Sedangkan untuk jenis pekerjaan lain seperti melanjutkan pengaspalan, tempat parkir dan pembangunan pedestrian, Pemkab Gunungkidul tengah mengusulkan menggunakan Dana Keistimewaan sebab nominal yang dibutuhkan cukup besar.
“Pedestrian dan pengaspalan itu direncanakan dari jalan pintu masuk Sepanjang sampai dengan jalan lingkar Pantai Porok. Itu diusulkan melalui Danais. Mudah-mudahan tahun ini di perubahan Danais bisa disetujui dan realisasi,” jelasnya.
Rakhmadian mengungkapkan, penataan Pantai Sepanjang ini akan menjadi percontohan dalam penataan pantai lain di Gunungkidul. Disinggung mengenai proyeksi pantai mana lagi yang akan ditata, ia menyebut jika pemerintah masih akan melakukan pencermataan dan survei skala prioritas.
“Harapannya dengan penataan ini kan bisa menarik kunjungan wisatawan ke Gunungkidul lebih tinggi lagi dengan daya tarik yang baru,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, dalam penataan Pantai Sepanjang melibatkan sejumlah OPD. Seperti dari Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul akan melakukan konservasi dengan menanam pandan di sepanjang bawah talud. Nantinya juga akan dilakukan penanaman tanaman perindang.
Kemudian dari Dinas Perhubungan memiliki peranan dalam pemasangan lampu penerangan, sehingga saat malam hari kawasan Pantai Sepanjang tetap terang dan menambah keindahannya. Pun dengan Dinas Perikanan juga memiliki peran tersendiri.
Lebih lanjut Endah mengatakan, penataan pantai ini mengadopsi konsep penataan seperti diPantai Jimbaran, Bali. Pada malam hari, pedagang diperbolehkan menggelar kursi dan meja di pasir pantai dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan.
“Dengan catatan air laut sedang surut dan sesuai pengamatan tim SAR. Jam enam pagi semuanya harus dikembalikan ke kios masing-masing. Kemudian ada pembersihan pantai secara berkala yang dipimpin Pokdarwis dan didampingi Dinas Pariwisata,” ujarnya.
Menurut Bupati, penataan ini diyakini akan meningkatkan pendapatan pedagang. Sekarang ini saja, kunjungan di Pantai Sepanjang setiap harinya sangat ramai. Banyak wisatawan lokal dan luar Gunungkidul yang berkunjung untuk menikmati sore di pinggir pantai sepanjang tanpa terhalang bangunan kios.
“Insha Allah dengan penataan ini pendapatan pedagang bisa meningkat hingga dua kali lipat karena bisa berjualan siang dan malam. Pantai Sepanjang ini nanti bisa menjadi alternatif tempat nongkrong malam hari,” pungkas Bupati Gunungkidul.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized6 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
