Peristiwa
Dua Hari Pencarian, Jenazah Pemancing Akhirnya Ditemukan di Perairan Girisubo
Girisubo,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Setelah hilang lebih dari sehari, korban kecelakaan laut di Tebing Grendan, Anggit Kriswahyudi (33), warga Panukan, Kalurahan Wates, Kapanewon Wates akhirnya berhasil ditemukan. Senin (04/10/2021) siang tadi sekitar pukul 09.45 WIB, jenazah anggota Polres Kulonprogo tersebut ditemukan mengapung di perairan Girisubo. Almarhum Anggit pada Minggu (03/10/2021) kemarin terjatuh saat memancing di tebing Grendan, Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo memancing.
Koordinator SAR Wilayah 1, Sunu Handoko Bayu Sagara mengatakan, korban ditemukan satu mil sebelah barat dari titik awal kejadian. Tepatnya di lepas Pantai Banyutibo. Sejumlah petugas gabungan yang melakukan penyisiran di laut melihat benda mengapung yang diduga merupakan korban. Tim SAR lantas melakukan evakuasi. Menurut Sunu, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah korban sendiri berhasil dievakuasi sekitar pukul 10.00 WIB.
“Evakuasi sendiri dilakukan dengan menggunakan perahu jungkung. Awal mulanya pagi tadi kami melihat benda yang diduga kuat merupakan jenazah manusia di perairan Banyunibo. Kemudian kami dekati dan setelah diidentifikasi ternyata memang benar itu jasad korban yang sebelummnya dilakukan pencairan,” ujar Sunu, Senin siang.
Sunu menambahkan, sebelum ditemukan, tim gabungan sempat kewalahan dalam melakukan penyisiran. Hal ini karena ombak cukup tinggi dan juga disertai angin kencang. Selain itu juga medan tempat kejadian juga cukup curam dan penuh dengan bebatuan. Namun hal itu tak menyurutkan upaya tim gabungan untuk melakukan pencarian.
“Pencarian hari kedua sendiri kami mulai pukul 06.00 WIB pagi ini dengan menggunakan dua perahu jungkung,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta, Wahyu Efendi menambahkan, pendaratan jenazah korban dilakukan di Pantai Nampu. Rencananya, jenazah akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi.
“Dengan demikian, pencarian kami tutup, anggota yang berada di lapangan kami minta kembali ke satuan masing-masing,” tandas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Anggit Kriswahyudi (32) warga Punukan, Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo Minggu pagi kemarin terjatuh dan kemudian terseret ombak di perairan Girisubo. Korban sendiri saat kejadian tengah memancing di tebing Grendan yang berada di sebelah barat Pantai Jungwok, Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo.
Korban sendiri datang ke Jepitu bersama 6 rekannya sejak Sabtu malam. Semalaman, Anggit bersama teman-temannya memancing di tebing tersebut. Kemudian Minggu pagi dia terpeleset jatuh ke laut. Tubuhnya langsung hilang terbawa arus gelombang. Rekannya yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkan kejadian ini ke petugas SAR untuk melakukan pencarian.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
