Connect with us

Uncategorized

Dugaan Penyimpangan Tanah SG Ngalang Naik Penyidikan, Kejari: Kami Yakin Ada Unsur Pidana

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar.com)-Dugaan penyimpangan pemanfaatan Tanah Kasultanan (Sultan Ground/SG) di Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari terus bergulir. Kasus yang menyeret oknum lurah pergantian antar waktu (PAW) berinisial SH itu kini telah memasuki tahap penyidikan setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul meyakini adanya unsur pidana dalam perkara tersebut.

Kasus ini mencuat setelah muncul dugaan penyalahgunaan tanah SG dengan mendirikan bangunan ruko serta melakukan pensertifikatan hak milik (SHM) atas nama pribadi di atas lahan Kasultanan. Dugaan tersebut memicu gelombang protes dari warga Kalurahan Ngalang yang menilai proses pemanfaatan tanah dilakukan secara tidak transparan dan diduga menyalahi prosedur.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Gunungkidul, Alfian Listya Kurniawan, mengatakan proses penanganan perkara hingga kini masih terus berjalan. Menurutnya, setelah melalui tahapan penyelidikan, penyidik menemukan indikasi yang cukup untuk meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan.

Berita Lainnya  Fasilitasi Mahasiswa Pulang Kampung, UMY Gelar Mudik Gratis

“Setelah perkara ini naik ke tahap penyidikan, kami meyakini terdapat unsur pidananya,” kata Alfian saat memberikan keterangan didampingi Kepala Seksi Intelijen Kejari Gunungkidul, Surya Hermawan.

Alfian menjelaskan, penyidik kini tengah mendalami kemungkinan adanya kerugian negara yang timbul akibat dugaan penyimpangan tersebut. Untuk memastikan hal itu, Kejari Gunungkidul dalam waktu dekat akan meminta pendapat dari sejumlah ahli.

“Kami akan berkonsultasi dengan ahli dari Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) serta ahli hukum pidana untuk menelaah kemungkinan kerugian negara yang muncul dalam perkara ini,” ujarnya.

Kejari menegaskan proses penyidikan masih terus berkembang. Keterangan para ahli nantinya akan menjadi salah satu dasar bagi penyidik untuk melengkapi pembuktian sekaligus menentukan langkah hukum selanjutnya dalam penanganan kasus dugaan penyimpangan pemanfaatan Tanah Kasultanan di Kalurahan Ngalang tersebut.

Berita Lainnya  Konsumsi Daging Sapi Yang Sakit, Puluhan Warga Gedangsari Keluhkan Sakit Diduga Anthraks

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis4 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler