Peristiwa
Motor Terjun ke Bebatuan, Wage Tewas di Tempat
Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kecelakaan tunggal yang terjadi di jalur menuju Pantai Ngrenehan, Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari pada Sabtu (09/01/2021) dini hari tadi merenggut nyawa Wage (47) warga Padukuhan Kanigoro, Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari. Wage mengalami luka berat dan tewas di lokasi kejadian setelah sepeda motornya terjun ke ladang yang penuh batu. Kecelakaan ini dipicu lantaran keteledoran korban yang nekat berkendara tanpa menggunakan lampu.
Jogoboyo Kalurahan Kanigoro, Suhadi mengatakan sekitar pukul 04.00 WIB, Wage meninggalkan rumahnya untuk pergi melaut di kawasan pantai Saptosari. Saat itu, ia mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Vega miliknya. Informasi yang didapat, korban sendiri berkendara tanpa ditunjang oleh penerangan yang memadai lantaran lampu sepeda motornya mati. Meski cukup hafal jalur itu, namun tentunya hal ini mengganggu jarak pandang yang bersangkutan.
Sesampainya di sekitar alas Peteken, Kalurahan Kanigoro, korban terlambat menyadari di depannya merupakan jalan yang menikung dan menurun. Akhirnya, ia bersama motornya justru terperosok masuk ke ladang milik warga. Naasnya, di ladang yang berada di bawah jalan ini, penuh dengan bebatuan.
“Kedalamannya sekitar 2 meter. Kemungkinan karena lampu mati dan jarak pandangnya terganggu sehingga bisa terjadi kecelakaan itu,” ucap Suhadi, Sabtu siang saat dikonfirmasi.
Saat terperosok itu posisi korban tengkurap. Dimungkinkan pasca terjun ke ladang ini, bagian kepala dan badan membentur keras bebatuan. Saat insiden naas yang menimpa Wage, kondisi jalan sangat sepi. Lokasi kecelakaan memang terletak cukup jauh dari pemukiman penduduk. Sehingga kemudian, korban terlambat mendapatkan pertolongan.

Ia baru ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, salah seorang warga setempat, Slamet hendak berangkat melaut. Dari kejauhan, ia kaget saat melihat ada sepeda motor terperosok ke ladang. Slamet makin panik lantaran di sepeda motor itu, ada orang menggunakan mantel biru dalam posisi tengkurap. Saat dicek, Wage sudah dalam kondisi sudah meninggal dunia.
“Ada beberapa luka di bagian kepala dan badan. Tadi langsung dievakuasi, korban memang rutin berangkat sekitar jam 04.00 WIB untuk melaut,” tambahnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
