Uncategorized
Hidupi Tiga Abak Istimewa Seorang Diri, Sutirah Kini Miliki Rumah Layak Huni
Paliyan,(pidjar.com)– Tangis haru Sutirah menyambut kedatangan Endah Subekti Kuntariningsih Bupati Gunungkidul bersama dengan jajarab pejabat Pemkab Gunungkidul dan pimpinan Baznas saat tiba di rumahnya yang berada di Padukuhan Candi, Kalurahan Giring, Kapanewon Paliyan dalam rangka bedah rumah tidak layak huni.
Sutirah merupakan seorang janda dengan 4 anak. Selama ini ia banting tulang untuk menghidupi putra putrinya. Di rumahnya yang kecil dan sudah rusak ia tinggal bersama dengan 3 anak istimewanya.
Ya, anak pertama, ketiga dan keempatnya memiliki keistimewaan tersendiri pada proses pertumbuhannya. Sehingga membutuhkan pengawasan dan pengasuhan ekstra, meski harus sambil mengasuh, memantau ia tak kenal lelah bekerja untuk mengais rezeki.
“Anak nomor dua nya saat ini merantau. Ibu Sutirah tinggal bersama 3 putra putrinya yang tidak bisa mandiri,” kata Bupati Gunungkidul.
Beberapa waktu lalu, jajaran Pemkab Gunungkidul dan Baznas mendapatkan laporan mengenai kondisi perempuan tersebut. Setelah diverifikasi memang rumahnya tergolong tidak layak huni, karena Pemkab dan Baznas memiliki program pembangunan rumah layak huni untuk keluarga miskin maka bantuan tersebut diberikan kepada yang bersangkutan.

“Pembangunan rumah layak huni ini menggunakan dana dari penyaluran zakat para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan perangkat daerah yang dipercayakan melalui Baznas. Alhamdulillah dari dana tersebut telah banyak yang terbantu dalam hal pembangunan rumah,” tambah Endah.
“Semoga Ibu Sutirah diberkahi kekuatan lahir batin dalam merawat putra-putrinya dan diberikan jalan rezeki yang agung,” sambungnya.
Bupati meminta kepada warga maupun pamong kalurahan dan kapanewon apabila di daerahnya terdapat keluarga yang kurang mampu dengan keterbatasan ekonomi dan kondisi, dapat diusulkan bantuan ke Baznas. Sebab dari lembaga ini ada sejumlah program bantuan yang dapat diakses
Sementara itu, Sutirah mengatakan, dirinya sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh jajaran Pemkab Gunungkidul bersama dengan Baznas ini.
Dengan adanya bantuan pembangunan rumah layak huni ini, ia bersama dengan keluarganya dapat tinggal di rumah yang layak, aman, dan nyaman.
“Terima kasih Ibu dan Bapak,” ucap dia.
Terpisah, Kepala Baznas Gunungkidul, Mustangid mengatakan, pihaknya mendukung penuh langkah pemerintah dalam menuntaskan permasalahan RTLH di Kabupaten Gunungkidul. Untuk itu, Baznas berkolaborasi dengan Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak serta tim PKH untuk melakukan assesment bagi warga-warga yang tidak mampu dan rumahnya masuk dalam kategori RTLH.
“Kami berkolaborasi dengan pemerintah dalam pengentasan kemiskinan salah satunya dengan menyediakan hunian yang layak serta penyertaan modal usaha,” ucap Mustangid.
Berkaitan dengan program pembangunan rumah, ia mengatakan tahun ini ditargetkan kurang lebih 60 unit rumah tersasar bantuan pembangunan dari Baznas. Sampai di bulan Maret ini, menurutnya sudah ada 23 rumah yang dibantu pembangunan secara penuh ataupun pada komponen tertentu.
“Untuk pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada, bisa full bangunan rumah, atap, lantai atau bahkan dinding dengan ukuran yang bermacam-macam. Estimasi anggarannya beda-beda tergantung kebutuhan juga, sekitar Rp 30 jutaan,” jelasnya.
“Tentu tidak sembarangan ya yang menerima bantuan ini adalah mereka yang benar-benar miskin ekstrim. Kalau program pemerintah kan harus swadaya, nah ini tidak. Kemudian prosesnya cepat kalau sudah ada permohonan dari kalurahan dan memenuhi standar maka dalam waktu hitungan hari langsung bisa eksekusi,” sambung Mustangid.
-
Pemerintahan7 hari yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa1 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized1 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Peristiwa1 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized2 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
