Sosial
Podhang Ngisep Sari Serentak Berkibar di Seluruh Gunungkidul, Begini Filosofinya
Wonosari,(pidjar.com)– Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, wajah Kabupaten Gunungkidul mulai berubah. Di sepanjang jalan nasional, jalan kabupaten, hingga gang-gang pedesaan, bendera merah putih dan deretan umbul-umbul berwarna kuning merah berkibar serempak, menciptakan suasana kemerdekaan yang semakin semarak sejak akhir Juli lalu.
Bagi banyak orang, umbul-umbul itu mungkin hanya dianggap sebagai hiasan tahunan saat peringatan HUT RI, rasulan atau lomba desa. Namun, kain panjang berwarna kuning dan merah tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam. Umbul-umbul itu dikenal dengan nama Podhang Ngisep Sari, sebuah simbol khas yang menjadi identitas budaya Bumi Handayani.
Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman Kundha Kabudayan Gunungkidul, Asih Wulandari, menjelaskan Podhang Ngisep Sari merupakan ikon resmi Gunungkidul yang diberikan oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
“Podhang Ngisep Sari mengandung makna bagaimana masyarakat Gunungkidul mengambil manfaat dari potensi alam yang dimiliki daerahnya untuk kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Filosofi tersebut diibaratkan seperti seekor burung kepodhang yang sedang mengisap madu dari bunga. Dalam pemaknaannya, podhang melambangkan seluruh lapisan masyarakat Gunungkidul, sedangkan ngisep berarti usaha untuk memanfaatkan potensi yang ada.
Pemanfaatan potensi itu tidak dimaknai sebagai eksploitasi tanpa batas. Tetapi, masyarakat diajak mengelola kekayaan alam secara bijak agar tetap memberikan manfaat tanpa merusak lingkungan.
Sementara sari melambangkan bunga yang menjadi simbol kekayaan alam Gunungkidul, mulai dari flora, fauna, hingga potensi mineral dan sumber daya alam lainnya.
Menurutnya, umbul-umbul tersebut memiliki sejarah yang cukup panjang. Dahulu, Podhang Ngisep Sari dikenal sebagai panji-panji, yang berfungsi sebagai penanda eksistensi Kasultanan.
“Dulu berupa bendera atau panji-panji persegi empat berwarna kuning dan dan di tengahnya ada bulatan warna merah. Kemudian dikembangkan menjadi umbul-umbul sebagai icon,” kata dia.
Sebenarnya, umbul-umbul ini memiliki pakem tersendiri bentuk hingga komposisi warna.
“Bentuknya persegi panjang dengan dominasi warna kuning sekitar 60 persen dan merah 40 persen,” jelasnya.
Meski pemasangannya sudah dilakukan secara luas, ia mengakui bahwa belum banyak masyarakat yang memahami filosofi di balik umbul-umbul tersebut.
“Bisa dilihat di sepanjang jalan manapun sejak akhir juli itu memasang umbul-umbul Podang Ngisep Sari ini semarak menyambut pwringatan kemerdekaan pun begitu terasa. Tapi memang sebagian belum sesuai ada yang komposisi warnanya 50:50,” tambahnya.
Kedepan pihaknya akan melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai umbul-umbul Podang Ngisep Sari yang menjadi bagian di setiap momen penting di Gunungkidul agar wawasan warga Guningkidul semakin bertambah.
-
Uncategorized7 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya6 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized7 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
