Uncategorized
Ribuan Orang Ambil Bagian, Senam Massal Penthul Tembem Ditetapkan Jadi Rekor Dunia
Patuk, (pidjar.com)- Target 1.500 peserta yang dipatok Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam pelaksanaan Senam Kreasi Penthul Tembem ternyata berhasil dilampaui. Total sebanyak 1.588 perempuan ambil bagian dalam senam massal di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran pada Jumat (10/7/2026) pagi tadi. Dengan jumlah peserta sebanyak ini, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bahkan menetapkannya sebagai Rekor Dunia.
Pengukuhan dilakukan dalam rangkaian Geopark Night Spekta VIII setelah tim verifikasi MURI menyelesaikan proses penghitungan jumlah peserta yang mengikuti senam hingga selesai.
Ketua Umum MURI menyatakan capaian tersebut layak mendapat predikat Rekor Dunia karena tidak hanya memecahkan rekor dari sisi jumlah peserta, tetapi juga berhasil mengangkat budaya lokal Indonesia secara masif melalui olahraga.
Jumlah peserta yang lolos verifikasi mencapai 1.588 orang atau melampaui target awal sebanyak 1.500 peserta. Ribuan peserta tersebut berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari Perwosi Kabupaten Gunungkidul, Perwosi dari 18 kapanewon, IGTKI dan Himpaudi, personel Polwan Polres Gunungkidul, komunitas Kalurahan Bobung, hingga Omah Trengguli.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa budaya lokal mampu menjadi daya tarik sekaligus kekuatan dalam pengembangan sport tourism di Gunungkidul.

“Hari ini kita membuktikan bahwa kita mampu berdiri tegak dan bangga dengan budaya asli bumi pertiwi Handayani. Kita sedang mempraktikkan Trisakti Bung Karno, yaitu berkepribadian di bidang kebudayaan,” kata Endah.
Menurut Endah, karakter Penthul Tembem dipilih sebagai ikon senam karena merepresentasikan keceriaan, kesederhanaan, dan semangat gotong royong masyarakat Gunungkidul. Nilai-nilai tersebut kemudian dikemas dalam gerakan senam sehingga tradisi lokal dapat dikenalkan kepada masyarakat luas melalui olahraga.
Momentum pemecahan rekor dunia itu juga dimanfaatkan untuk memperkuat perlindungan terhadap warisan budaya daerah. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menerima Surat Pencatatan Ciptaan Topeng Penthul Tembem dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DIY.
Selain itu, koreografer Senam Kreasi Penthul Tembem, Mariana Subianti, juga menerima surat pencatatan ciptaan atas koreografi senam yang digunakan dalam pemecahan rekor tersebut. Dengan demikian, baik topeng maupun gerakan senam kini telah memiliki perlindungan hukum sebagai karya budaya asli Gunungkidul.
Di akhir acara, Bupati Endah turut meluncurkan semboyan “Memetri Warisan Bumi Gunungkidul Handayani Bebas dari Korupsi” sebagai ajakan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga integritas serta menolak segala bentuk gratifikasi dan praktik korupsi.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
