Pemerintahan
RSA UGM Belum Terima SK Status Rumah Sakit Tipe A
Jogja,(pidjar.com)–RSA UGM yang telah dideklarasikan sebagai rumah sakit tipe A sejak April masih belum menerima Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Kesehatan. Dalam 7 bulan terakhir, RSA UGM telah menunggu SK tersebut, namun belum juga diterima.
Direktur Utama RSA UGM, Dr dr Darwito SH SpB(K) Onk, mempertanyakan penyebab keterlambatan SK tersebut dan meminta klarifikasi kepada Kementerian Kesehatan. Namun, pertanyaan tersebut belum dijawab.
“Sejak bulan April itu sudah divisitasi oleh Kementerian Kesehatan, sudah dinyatakan sebagai Tipe A, tetapi sampai saat ini SK-nya tertahan. Keterlambatan SK ini dapat berdampak pada proses pendidikan dan pelatihan dokter spesialis di RSA UGM,”ujarnya di RSA UGM,(14/10/25).
Ia melanjutkan, status rumah sakit tipe A sangat penting untuk proses akreditasi dan pendidikan.
“Kalau status tipe A belum ada, kami tidak bisa beroperasi secara optimal. Padahal, kebutuhan dokter spesialis di Indonesia sangat besar. Ironisnya, ketika pemerintah bicara kekurangan dokter, ‘pabriknya’ justru tersumbat,” kata dia.
Ia melanjutkan jika RSA UGM telah memenuhi seluruh syarat untuk menjadi rumah sakit tipe A.
“Kami memiliki sekitar 300 dokter spesialis dan subspesialis. Jumlah tempat tidurnya mencapai 387 unit, melampaui syarat minimal 250, dan dilengkapi 60 unit fasilitas ICU. Secara kapasitas dan kompetensi, kami layak dan siap. Pasien rujukan datang dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Tengah seperti Purworejo, Kebumen hingga Jawa Timur seperti Pacitan,” jelas Darwito.
Meski begitu, RSA UGM berkomitmen untuk menjadi rumah sakit pendidikan yang berkualitas dan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan jumlah dokter di Indonesia.
“RSA UGM juga telah membina daerah-daerah binaan dan mendapatkan penghargaan dari BPJS sebagai rumah sakit yang diakui. Kami berharap Kementerian Kesehatan dapat segera mengeluarkan SK status rumah sakit tipe A sehingga proses pendidikan dan pelatihan dokter spesialis dapat berjalan lancar,”kata Darwito.(Rosa)
-
Uncategorized24 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized19 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized22 jam yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
