Sosial
Menikmati Sensasi Ketenangan dan Keindahan di Jembatan Wanagama Yang Ngehits Jadi Ajang Selfie Kawula Muda
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Di era media sosial, khususnya dengan ngehitsnya Instagram membuat lokasi-lokasi dengan spot foto yang apik menjadi ramai. Satu hal yang diburu hanyalah bisa berfoto untuk nantinya diupload ke media sosial masing-masing. Jika ada satu tempat yang kemudian ngehits dan wara-wiri di timeline media sosial, bisa dipastikan hanya dalam waktu singkat, lokasi itu akan ramai oleh pengunjung.
Jembatan Wanagama merupakan salah satu lokasi yang saat ini tengah hits di kalangan khususnya muda-mudi pecinta selfie. Dengan bentang alam yang menarik serta bentuk bangunan yang sangat unik, memang Jembatan yang terletak di Hutan Wanagama, Desa Banaran, Kecamatan Playen tersebut memang menjanjikan spot foto yang sangat mumpuni.
Pemandangan di Jembatan Wanagama ini memang sangat indah. Gabungan panorama hutan yang dipadu dengan pemandangan sungai serta gemericik air sungai tentunya menjanjikan sensasi tersendiri. Lokasi ini sangat cocok bagi semua orang yang ingin sejenak rileks melepaskan diri dari penatnya rutinitas serta hiruk pikuk di perkotaan.
Suasana akan semakin indah dan segar ketika pagi hari di mana sinar mentari serta embun pagi yang membasahi pepohonan terlihat mengagumkan. Tak heran apabila banyak orang yang rela datang di pagi-paggi buta untuk menikmati suasana ini dan tentunya momen foto yang sangat sempurna.
Dikatakan oleh seorang pengunjung, Erna (19), warga Kecamatan Tanjungsari,ia rela jauh-jauh datang di pagi buta untuk merasakan sensasi pemandangan di Jembatan Wanagama ini. Ditambahkannya, waktu paling tepat untuk menikmati jembatan menurutnya ialah di pagi hari. Sebab, keindahan akan semakin terlihat kala, matahari mulai terbit cahayanya menerobos pepohonan yang diselimuti kabut.
“Kalau buat background foto sangat bagus, saya juga sangat suka pemandangan dan ketenangannya,” beber dia, Minggu (06/05/2018) pagi.
Ia sendiri mengaku tertarik untuk datang setelah banyak melihat kawan-kawannya yang memasang foto selfie di Jembatan Wanagama. Sepengetahuannya, jembatan ini dari dulu memang sudah banyak dikenal dan dijadikan lokasi foto. Namun, sejak dibangun ulang pasca gempa 2006 lalu, jembatan itu menjadi kian digandrungi oleh muda-mudi.
"Dulu namanya jembatan tugel, karena sempat runtuh waktu gempa besar Jogja itu. Tapi setelah dibangun pada 2017 kemarin jembatan ini jadi semakin sering di kunjungi," kata dia.
Terpisah, salah seorang pengunjung lain, Sari (23) mengatakan bahwa jembatan ini jika digunakan menjadi lokasi foto mempunyai karakteristik yang khas. Sebab selain kontruksi bangunan yang indah juga didukung oleh keindahan alam dari gunung dan sungai.
"Baik selfie maupun foto biasa ya tetep indah, lokasinya baru tentu jadi buruan agar hits," katanya sambil tertawa.
Untuk mencapai lokasi Jembatan Wanagama sendiri ada dua jalan yang paling mudah untuk di lalui. Rute pertama dapat melewati Desa Banaran dan masuk menuju kompleks hutan Wanagama dari sebelah selatan. Dari situ, keindahan alam pun sudah dapat dinikmati. Siapa saja yang hendak menuju jembatan akan melewati hutan belantara yang memberikan kesejukan bagi yang melintas.
Rute kedua, lokasi dapat dituju melalui rest area Bunder kemudian masuk ke arah museum kayu Wanagama. Tak kalah indah pemandangan yang disuguhkan, sebelum sampai di lokasi, Sungai Oya yang luas dengan bebatuan serta air mengalir memberikan sensasi ketenangan tersendiri dalam perjalanan menembus hutan.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized6 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang laluMulai Oktober, Tujuh TPR Wisata Gunungkidul Terapkan Pembayaran Retribusi Cashless
